Header Ads

Dugaan Penyelewengan Dana DAK Dinas Pendidikan Tulang Bawang Berlanjut ke Ranah Hukum


SinarRakyat.com | Terkait dugaan penyelewengan dana alokasi khusus (DAK) Tahun anggaran 2017 yang baru-baru ini heboh diperbicangkan dan mencuat dibeberapa media, masih belum ada respon dari pihak penegak hukum yang berwenang.

Dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2017 yang diduga kuat telah disunat oleh oknum Dinas Pendidikan Tulang Bawang serta diduga dijadikan ajang korupsi berjamaah, Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (LSM Forkorindo) DPC Kabupaten Tulang Bawang, akan mengambil langkah hukum dan melaporkan Dinas Pendidikan Tulang Bawang kepada pihak penegak hukum yang berwenang dan Kejaksaan Negeri Tulang Bawang.

Seketaris DPD LSM Forkorindo Provinsi Lampung, Hari Oktavia mewakili Ketua DPC LSM Forkorindo DPC Kabupaten Tulang Bawang (Jum'at,12/18), kepada lampungdaily.com melalui seluler mengatakan bahwa dirinya bersama team akan melaporkan terkait dugaan penyalahgunaan DAK Dinas Pendidikan Tulang Bawang dan akan mendesak pihak kepolisian Polres Tulang Bawang dan Kejaksaan Negeri Tulang Bawang untuk segera memeriksa Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sapras) Dinas Pendidikan Tulang Bawang atas nama Kalam yang diduga menjadi dalang penyalahgunaan dan penyelewengan DAK.

"Saya mewakili Ketua DPC LSM Forkorindo menginginkan dan akan mendesak para penegak hukum baik Kepolisian Polres Tulang Bawang dan Kejaksaan Negeri Tulang Bawang, Manggala untuk segera memanggil dan memeriksa Kalam selaku Kabid Sarana dan Prasarana terkait perihal dugaan penyalahgunaan DAK 2017 yang telah dibagi-bagikan kesejumlah oknum di Kabupaten Tulang Bawang," Ungkap Hari.

Dalam waktu dekat ini kami secepatnya akan melaporkan dugaan penyalahgunaan DAK 2017 di Dinas Pendidikan Tulang Bawang, baik kepada pihak Kepolisian Polres Tulang Bawang serta Kejaksaan Negeri Tulang Bawang," pungkas Hari Oktavia.

Jurnalis : Chandra Foetra S



Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.