Header Ads

Bosen Jadi Pengangguran, Pria Ini Nekad Dagang Narkoba


SinarRakyat.Com | Seorang laki-laki berinisial Ey als FN warga Palmerah Utara III Rt.05/06, Kel Palmerah, Kec Palmerah, Jakarta barat harus berurusan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada aparat kepolisian dari sektor kembangan lantaran pelaku ditangkap karena menjadi pengedar dari barang berbahaya narkoba pada Selasa malam, 16 Januari 2018.

Aparat kepolisian dari Polsek kembangan polres metro Jakarta barat dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Vernal Sambo, SIK menjelaskan bahwa penangkapan pelaku Ey als FN berawal informasi dari warga karena adanya aktivitas disebuah rumah pada malam hari yang tak seperti lazimnya banyak orang yang keluar masuk bukan dari warga sekitar, mendapatkan adanya informasi tersebut kemudian memerintahkan kepada anggota nya untuk melakukan penyelidikan dan benar pada saat anggota melakukan penyelidikan terdapat gerak gerik seseorang kemudian Anggota melakukan penangkapan dan penggeledahan pada rumah tersebut dan didapati barang bukti narkoba jenis Shabu sebanyak 8 (delapan) paket dengan berat brutto : 9,60 gram dan 3 ( tiga) unit timbangan tigital serta beberapa uang yang diduga dari hasil penjualan narkoba

Kapolsek kembangan Kompol supriyadi menambahkan bahwa dari pengakuan tersangka terpaksa melakukan hal yang dilarang tersebut lantaran pelaku tidak mempunyai pekerjaan yang tetap atau menganggur, apapun alasan ia kita tetap akan terus melakukan proses hukum yang berlaku yang mana sesuai arahan dari Kapolres metro Jakarta barat untuk membersihkan wilayah Jakarta barat dari peredaran maupun penyalahgunaan narkoba tuturnya, atas perbuatan pelaku diancam dengan pasal 114 ayat (2) Sub 112 ayat (2)  No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika (Humas Polres Jakbar/Ashari)


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.