Senin Besok, Setnov Kembali Diperiksa KPK

SinarRakyat.Com | KPK berharap Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan untuk hadir sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan KTP Elektronik pada Senin (11/9).

"Tersangka SN (Setya Novanto) direncanakan diperiksa pada Senin depan (11/4), karena itu, kami sejauh ini berharap pihak terkait yang dipanggil datang. Dalam pemeriksaan itu sebaiknya hadir ke KPK. Kalau ada yang ingin dijelaskan, ada yang ingin dibantah, ada yang ingin diklarifikasi, maka di sinilah ruangnya, tentu publik juga akan melihat hal ini agar bisa menjadi contoh kita semua," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta.

Pemanggilan Setnov itu adalah yang pertama semenjak ia ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juli 2017 lalu.

"Pemanggilan saksi, atau tersangka itu sesuai dengan strategi di proses penyidikan. Sudah lebih dari 110 saksi yang kita panggil dan menurut progress dan analisis dari penyidikan ini, kami merasa perlu untuk memanggil tersangka, untuk mengklarifikasi sejumlah informasi yang sudah kita dapatkan dari saksi-saksi, dan juga dari penggeledahan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Jadi ini terkait strategi penyidikan," tambah Febri.

KPK menurut Febri juga tidak terpengaruh dengan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Setya Novanto ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan akan dilakukan sidang perdana praperadilan pada Selasa (12/9).

"Tentu saja, proses praperadilan adalah proses yang terpisah dengan penyidikan ini. Penyidikan tetap berjalan terus, karena tidak ada satu aturan hukum pun bahwa praperadilan harus membuat proses penyidikan ini berhenti sementara, karena itu kita akan jalan terus," tegas Febri.

Febri pun tidak menjelaskan apakah Setnov akan langsung ditahan seusai diperiksa nanti. "Kita bicara pemeriksaan dulu, bukan penahanan, kami harap yang bersangkutan memenuhi pemeriksaan ini," tambah Febri.

Dalam perkara KTP-E, Setya Novanto saat menjadi ketua Fraksi Partai Golkar 2010-2012, diduga melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong berperan dalam proses perencanaan dan pembahasan anggaran di DPR dan proses pengadaan barang dan jasa KTP-E. Setnov melalui Andi diduga telah mengondisikan peserta dan pemenang pengadaan barang dan jasa KTP-E.

(R/Antara)

0 Response to " Senin Besok, Setnov Kembali Diperiksa KPK"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.