Warga Tutup Tempat Hiburan yang Jual Daging Babi dan Anjing


SinarRakyat.Com | Warga Kabupaten Karawang menutup paksa empat tempat hiburan malam karena merasa terganggu dengan bisingnya suara musik dari tempat hiburan tersebut.

"Suara musik yang terdengar sangat bising. Itu berlangsung setiap malam, bahkan bisa sampai dini hari," kata Kinoy, seorang warga setempat, di Karawang, seperti ditulis Antara, Kamis (1/6/2017).

Diakuinya, warga Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang merasa resah atas beroperasinya tempat hiburan malam di daerah mereka selama bulan suci Ramadhan.

Tempat hiburan malam itu juga menyajikan berbagai jenis minuman beralkohol tersebut buka sepanjang malam hingga dini hari, meski pada bulan Ramadhan.

Selain itu, tempat hiburan malam yang berada di rumah toko (ruko) Jalan Lingkar Luar atau Jalan Baru juga menyajikan daging babi serta daging anjing.

"Tempat hiburan malam itu buka sepanjang malam hingga dini hari. Tentunya warga resah, apalagi terdengar suara bising dari tempat itu," jelansya.

Atas hal tersebut, warga berinisiatif untuk melakukan penutupan paksa empat titik tempat hiburan malam di daerahnya itu. Aksi tersebut dikawal secara langsung jajaran aparat kepolisian setempat.

Warga melakukan aksi penutupan tempat hiburan malam sendiri, karena sama sekali tidak ada tindakan riil dari pemerintah kabupaten setempat terhadap pengelola tempat hiburan malam yang nakal.

Kinoy mendesak agar pemkab turun tangan dengan menindak tempat hiburan malam yang nakal. Apalagi tempat hiburan malam di jalan baru yang ditutup paksa warga itu diduga tidak mengantongi izin. (Antara)

0 Response to "Warga Tutup Tempat Hiburan yang Jual Daging Babi dan Anjing"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.