Tilep Rp 270 Juta, Penipu Guru Honorer Ditangkap Polisi

SinarRakyat.Com | Seorang pria berinial AM, 34, tersangka kasus dugaan penipuan terhadap guru honorer yang dijanjikan bisa diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) akhirnya diringkus Satuan Reskrim Polres Serang Kota.

AM yang merupakan Warga Komplek Tembong Indah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang ini ditangkap saat bersembunyi di Komplek Bumi Rakata, Kelurahan Ciweudus, Kota Cilegon, pada Minggu (11/6).

“Ya, tersangka kita tangkap setelah dilaporkan melakukan penipuan terhadap korban bernama Megawati, guru honorer madrasah MTs” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Serang Kota, AKP Richardo Hutasoit kepada wartawan hari ini.

Richardo mengatakan korban adalah guru honorer berusia 30 tahun dan dijanjikan bisa diangkat menjadi CPNS. Untuk memuluskan niatnya ini, tersangka mengaku mempunyai hubungan dekat dengan pejabat di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Tersangka kemudian meminta uang pengurusan sebesar Rp270 juta.

Kepada penyidik AM mengakui perbuatannya dan menyebutkan penyerahan uang dilakukan 6 kali di rumah korban di Kelurahan Kagungan, Kota Serang sekitar tahun 2015.s

"Seluruh bukti kwitansi atas penyerahan uang tersebut sudah kita amankan,” jelas Kasat.

Beberapa hari setelah menerima uang, tersangka kembali menemui korban untuk menyerahkan selembar kertas berkop BKN yang berisi daftar nama guru honorer yang telah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi CPNS. Salah satu nama yang memenuhi syarat diangkat menjadi CPNS adalah Megawati.

“Tersangka meminta korban untuk segera mengurus pengangkatan CPNS di Kota Serang. Namun belakangan diketahui surat berkop BKN itu palsu,” kata Richardo.

Menurut Richardo, diduga aksi tipu-tipu AM ini, tidak hanya dialami oleh Megawati. Dalam aksinya, tersangka AM disinyalir tidak bekerja sendirian namun ada pelaku lain yang bekerja dibalik layar.

"Kita masih mengejar pelaku yang lain," kata Kasat.

0 Response to "Tilep Rp 270 Juta, Penipu Guru Honorer Ditangkap Polisi"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.