DPR: Pemilihan Rektor Harus Bebas Intervensi Politik


SinarRakyat.Com | Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati mengatakan  Perguruan Tinggi (PT) merupakan institusi yang memiliki kebebasan akademik, sehingga dia harus mandiri di dalam menggali berbagai pemikiran dan keilmuan.

Hal itu disampaikan Reni menyikapi rencana pemerintah memberikan kewenangan pemilihan rektor PT kepada presiden.

Menurut dia, rektor seharusnya dipilih oleh senat sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi (PT). Tidak boleh dicampuri dengan politik.

"Seharusnya rektor itu dipilih oleh senat, tidak boleh ada intervensi politik sekecil apa pun. Kalau kemudian PT dipolitisasi, itu sangat bahaya," ujar Reni usai menghadiri buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan, Jumat (2/6).

Saat ditanya apakah ada politisasi dengan pemilihan rektor diputuskan oleh presiden, Reni mengaku belum bisa menyimpulkan seperti itu. Sebab, dia belum mengetahui apakah itu murni pemikiran Presiden Joko Widodo, atau sekedar wacana yang dikembangkan.

"Tapi saya yakin seyakinnya, presiden sudah paham bahwa UU Pendidikan Tinggi, mekanisme penanggungjawab PT adalah rektor dan seuruh penanggungjawab rektor itu adalah menteri Ristek Dikti," tegas Reni seperti dikutip dari JPNN.

Maka yang harus dilakukan, bagaimana presiden memberikan sebuah penekanan kepada menteri di dalam melakukan pengawasan dan penerapan seluruh proses peraturan pendidikan tinggi di dalam UU Dikti.

Di sisi lain, bila wacana yang dikembangkan sebagian orang ini berjalan, itu menurutnya akan mengganggu kinerja presiden. Sebab, jumlah PT tidak sedikit.

"Apakah PTS atau PTN, sekarang kan ada 4.198 PT di Indonesia. Bayangkan kalau sekarang rektornya harus dipilih presiden, kapan waktunya," tukas ketua Fraksi PPP DPR itu.

Sebelumnya, adanya pemberitaan yang mengatakan Rektor dipilih Presiden Joko Widodo dibantah oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Presiden kata Tjahjo hanya menjadi tempat konsultasi sebelum rektor dipilih.  (RM)

0 Response to "DPR: Pemilihan Rektor Harus Bebas Intervensi Politik"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.