Dansatgas Yonif Mekanis 512/QY: Peredaran Ganja di Perbatasan Jayapura Sangat Meresahkan


SinarRakyat.Com |  Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) Yonif Mekanis 512/Quratara Yudha (QY) menemukan ladang ganja di Kampung Kalilapar II, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Wilayah ini dekat dengan perbatasan RI-Papua Nugini.

Komandan (Dansatgas) Yonif Mekanis 512/QY Letkol Inf Budi Handoko, S.Sos mengatakan ladang ganja itu ditemukan saat patroli keamanan oleh anggota Pos 3 Kalilamo Kompi A Satgas Pamtas Yonif 512/QY di sekitar Bukit Kampung Kalilapar II, Distrik Waris, yang dipimpin Wadanpos Sertu Juahir.

“Penemuan tanaman ganja di sekitar Kampung Kalilapar II berawal dari informasi yang diperoleh dari salah satu warga di Jln. Poros Perbatasan  Indonesia-Papua Nugini,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi, sesaat yang lalu.

Lebih lanjut Handoko mengatakan sedikitnya ada 55 pohon ganja setinggi 15 sentimeter sampai 2 meter yang ditemukan dalam patroli keamanan tersebut.

“Modus penanaman ganja dilakukan di antara tanaman jagung. Ini modus untuk mengelabui, agar tanaman tersebut tidak diketahui petugas,” ujarnya.

Setelah dilakukan pencabutan pohon ganja tersebut, tim patroli kembali ke Pos Waris dan melaporkan hasilnya.

Saat ini, pohon ganja tersebut, sebanyak 55  batang pohon ganja di serahkan ke Polres Keerom dan diterima langsung oleh Kapolres Keerom AKBP Simon Sahureka.

Penemuan ladang ganja di Wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini kerap terjadi. Peredaran ganja di kota Jayapura juga dinilai sangat meresahkan. Aparat berwenang diminta untuk sigap melihat kondisi ini.(Rilis/Hadi)

0 Response to "Dansatgas Yonif Mekanis 512/QY: Peredaran Ganja di Perbatasan Jayapura Sangat Meresahkan"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.