Andi Arief: Mudah-mudahan Pertemuan Jokowi dan GNPF MUI Bisa Mengurangi Ketegangan


SinarRakyat.Com | Mantan staf khusus Presiden SBY Andi Arief‏ berharap pertemuan Presiden Joko Widodo dengan petinggi GNPF MUI bisa mengurangi ketegangan suhu politik di tanah air.

"Mudah-mudahan pertemuan Jokowi dan GNPF bisa mengurangi ketegangan, Meskipun kesan yang ditangkap dari pertemuan itu pengampunan kasus HRS," katanya lewat akun @andiariefaa sesaat yang lalu.

Seperti diungkap KH Bachtiar Nasir, pertemuan Tim 7 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dengan Presiden Joko Widodo, kemarin, menyikapi berbagai persoalan. Terutama, ketidakjelasan soal hukum yang menimpa ulama dan aktivis Islam, serta penyelesaiannya dengan jalan dialog.

KH Bachtiar Nasir menegaskan GNPF terus berupaya mencari solusi strategis dalam beberapa masalah. Di antaranya, penyelesaian kasus yang masih berjalan di tempat seperti kasus Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Alkhattath. Begitu juga kasus yang menimpa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.

"Kami menginginkan Habib Rizieq kembali ke Indonesia, dengan damai tanpa pemaksaan yang akan semakin menambah kegaduhan di tengah umat dan ini akan menghabiskan energi yang tidak produktif. Lalu kami bertemu Menko Polhukam, yang siap menjadi saluran aspirasi GNPF karena selama ini GNPF tidak punya saluran aspirasi yang jelas, semua menggantung," kata KH Bachtiar Nasir dalam rilisnya, hari ini. (Umi Khalsum)

0 Response to " Andi Arief: Mudah-mudahan Pertemuan Jokowi dan GNPF MUI Bisa Mengurangi Ketegangan"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.