Subhanallah, Prajurit TNI Shalat Jumat di Hutan Banjir Pujian


SinarRakyat.Com | Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mendapat pujian dari netizens.

Netizens dibuat terkagum-kagum melihat personel Brigif-1 Korps Marinir shalat Jumat di hutan kawasan Pantai Ngudel, Malang, Jumat (19/5).

Foto personel Brigif-1 Korps Marinir yang sedang shalat Jumat itu diunggah di akun Facebook milik Kuwadi Kuat, Sabtu (20/5).

“Sejumlah prajurit Brigif-1 Korps Marinir melaksanakan sholat berjamaah di hutan kawasan pantai Ngudel, Malang,” demikian tulis Kuwadi Kuat.

Saat itu, para prajurit TNI tersebut sedang menjalani latihan menembak di Malang Selatan.

Mereka berlatih di tiga tempat berbeda. Aspek Laut berlatih di Pantai Tamban.

Sedangkan Aspek Darat latihan di hutan kawasan Pantai Ngudel.

Sementara itu, Aspek Darat 2 menjalani sesi latihan di Purboyo.

Nah, saat tiba waktu shalat Jumat, mereka memilih menjalankan kewajibannya di hutan.

Sebab, jarak hutan dengan masjid terdekat memang cukup jauh.

Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman juga ikut menunaikan shalat Jumat di hutan.

Meski keadaan tak sempurna, para prajurit itu tetap shalat Jumat dengan khusyuk.

Tak pelak, mereka mendapat apresiasi dari warga internet (warganet).

“Fotonya kereen. Meskipun di daerah latihan tdk lupa kewajiban yg utama 5 waktu berjamaah lg,” demikian tulis Anjas Wicaksono.

“Mantap. Latihan tapi tetap ingat sama komandan tertinggi,” tulis netizen bernama Chairul Basyar.

“Selalu semangat. Nice soldier. You not a big one but you are deadly,” demikian tulis Joko Prasetyo Wahyono. (sumber: jpnn)

0 Response to "Subhanallah, Prajurit TNI Shalat Jumat di Hutan Banjir Pujian"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.