728x90 AdSpace

Latest News
Friday, 12 May 2017

Pesantren Anak Sholeh Gontor Ponorogo Menjadi Guru Kreatif

SinarRakyat.Com | Menjadi guru kreatif, inovatif, dan inspiratif itu tidak semudah yang dilihat. Ketika seseorang menjadi murid atau santri dengan gampang menilai bahwa guru itu tidak kreatif alias monoton.

Mengingat itu, kemarin Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Qontor Ponorogo, mewadahi sejauh mana guru PK/TK dan TPA menunjukkan keahliannya dan keterampilannya saat mengajar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tahunan PAS ke-5.

Dengan mengangkat tema Lomba Kreativitas Guru PK/TK dan TPA (LOKER) V, lebih dari puluhan lembaga se-Kabupaten Ponorogo turut menunjukkan kreatifitasnya. Beberapa lomba LOKER di antaranya tartil TPA, nasyid TPA, hadroh TPA, dan cipta lagu. Salah satu lomba yang paling unik, yaitu cipta lagu. Adalah para guru diminta untuk mencipta lagu sendiri dengan iringan instrument keyboard. Tentunya lagu tersebut bernuansa Islami ala anak-anak.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga berakhir sore hari itu, merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Pembinaan Taman Pendidikan Al-Quran (LPTPA) Ponorogo. Maksud terselenggaranya LOKER, tak lain agar guru-guru Indonesia memiliki daya sentuh terhadap anak ketika mengajar.

Tak kalah pentingnya, kreativitas harus dibarengi dengan kompetensi (kemampuan) seorang guru dalam menyampaikan pembelajaran. Misal, ketika materi bercerita, dan guru mengambil tema cerita nabi. Hendaknya guru harus menguasai hal-hal yang terkait tentang nabi, mulai dari jumlahnya, namanya, kelebihannya, dan lainnya. Selanjutnya, ketika guru bercerita juga harus memerhatikan: ekspresi wajah, gerak tubuh, intonasi, penjedaan, dan lainnya.

“Guru kreatif, ketika mengajar harus semangat. Bergerak mendekati dan mengajak anak interaksi. Kalau guru tidak semangat, anak-anak pun tidak semangat,” sindir Ketua Panitia LOKER, Agus Suwito.

Hari itu, setelah beberapa minggu berlatih, para peserta lomba diselimuti rasa khawatir, was-was, juga cemas menunggu hasil rekapitulasi penilaian. Aprillia Lufika Rahayu Ningsih, salah seorang peserta cipta puisi dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) As-Salam Pangkal menuturkan, apapun keputusan juri adalah hasil akhir yang sudah dilalui dari berbagai pertimbangan.

“Kalau menang alhamdulillah, jikapun kalah ya alhamdulillah. Sebab, hasil cipta lagu saya bisa dibilang berantakan, lantaran saya menggarap notasi lagu itu hanya semalam. Itupun menggunakan alat bantu aplikasi piano dari ponsel,” ungkap Fika menghibur diri.

Berbeda dengan Jiwo, peserta cipta lagu undian ke-4 dari Baitul Muttaqin. Ia yakin dari pengalaman terjun ke lapangan yang cukup lama, dengan kemampuannya itu dapat duduk di peringkat dua, tiga, bahkan pertama, ungkapnya sembari tertawa terkekeh-kekeh.

Sulit-sulit mudah penerapan kreativitas guru saat mengajar terlebih di era sekarang. Seorang guru apabila mengajar membosankan dan menjenuhkan, maka tidak ada 30 menit minat belajar anak akan menurun. Anak-anak lebih asyik bermain ataupun mengobrol dengan temannya. Demikianlah cerita salah satu panitia LOKER.

Tiba di sore hari, pengumunan hasil penilaian pun dibacakan. Salah seorang peserta lomba cipta lagu, sampai menitikkan air mata bahagia begitu mendengar namanya disebut. “Alhamdulillah, kegelisahan saya pun terobati setelah dinobatkan sebagai Juara 1 cipta lagu,” ungkap Lufika, guru ngaji TPA As-Salam Pangkal
.
Peserta lain yang juga mendapat juara pun sama. Semua berteriak kegirangan sambil saling mengucapkan selamat antarpeserta. Harapan panitia, semoga guru-guru Indonesia adalah guru yang kreatif, inovatif, dan inspiratif. (Suci Ayu Latifah)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Pesantren Anak Sholeh Gontor Ponorogo Menjadi Guru Kreatif Rating: 5 Reviewed By: Sinar Rakyat