Peneliti LSP: Presiden Cari Utang Gigih, Tapi Kinerja Kabinet Telah Gagal

SinarRakyat.Com | Presiden Jokowi berusaha meyakinkan para pemodal di Hongkong untuk berinvestasi di Indonesia.

Di forum tersebut yang berlangsung di Hotel Conrad Hongkong, seperti diberitakan, Jokowi mengajak para pemodal di Hongkong untuk berinvestasi pada “Sepuluh Bali Baru”.

Sekedar informasi, istilah “Sepuluh Bali Baru” merujuk pada Program 10 Destinasi Pariwisata di luar Pulau Bali yang diluncurkan pertama kali oleh Menko Maritim Rizal Ramli pada 9 September 2015 silam.

Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra mengapresiasi hal tersebut dengan catatan kritis.

"Saya salut dengan kegigihan Presiden Jokowi mempromosikan investasi di Indonesia. Kita semua tahu bahwa bukan kali ini saja Presiden promosikan investasi dalam lawatannya. Hanya sayangnya kegigihan Presiden ini seperti tidak diimbangi oleh kinerja yang nyata oleh tim ekonomi beliau di kabinet," jelasnya.

Gede kemudian memaparkan tentang data terbaru yang dirilis oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tom Lembong pekan lalu (26/4), yang menyebutkan bahwa pertumbuhan investasi asing langsung/foreign direct investment (FDI) sebesar 0,9 persen sepanjang kuartal pertama tahun 2017 adalah yang paling lambat dalam lima tahun terakhir.

Disebutkan Tom, faktor utama penyebab dari lambatnya pertumbuhan FDI tersebut adalah melambatnya kebijakan pemerintah yang terkait deregulasi.

Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat setidaknya 23 regulasi baru yang diterbitkan oleh berbagai kementerian yang dampaknya semakin memperumit bisnis dan investasi di Indonesia.

Untuk diketahui, pertumbuhan FDI di kuartal pertama 2017 sebesar 0,9 persen ini menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam bila dibandingkan dari kuartal-kuartal sebelumnya.

Pada kuartal ketiga 2016 pertumbuhan FDI masih berada di level  7,8 persen. Kemudian pada kuartal keempat 2016 pertumbuhan FDI kembali turun ke level 2,1 persen.

"Berbasis fakta-fakta ini artinya belasan paket kebijakan terkait deregulasi yang diluncurkan oleh tim ekonomi Presiden ternyata telah gagal menunjukkan kinerjanya. Karena itu bila ada yang bilang tim ekonomi sekarang adalah dream team, bagi saya justru lebih pas bila disebut sebagai dreaming clown," tutup Gede, seperti dikutip dari RMOL.

0 Response to "Peneliti LSP: Presiden Cari Utang Gigih, Tapi Kinerja Kabinet Telah Gagal"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.