MUI: Rencana Pembubaran HTI Tak Cukup dengan Pidato

SinarRakyat.Com | Rencana pemerintah melakukan pembubaran HTI  dengan menempuh jalur hukum dan pengadilan dinilai tepat. Langkah ini juga sebagai bentuk penghormatan pada hak asasi manusia (HAM), karena pembubaran sebuah Ormas tak cukup hanya melalui sebuah pidato.

Demikian hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi, hari ini kepada wartawa.

Dia mengatakan, kalau misalnya pemerintah ingin membubarkan ormas apa pun ya harus melalui mekanisme hukum dan perundang-undangan.

"Dan yang terpenting tetap mengindahkan hak asasi manusia, itu prinsip pertama," tegasnya.

Menurut Zainut, jalur hukum yang ditempuh pemerintah untuk membubarkan HTI justru untuk menghindari kesewenang-wenangan.

Selain itu, imbuhnya, melalui proses di pengadilan maka tuduhan-tuduhan ke HTI bisa diuji di persidangan.

"Artinya, bagaimana HTI bisa menjelaskan yang selama ini disoal, yaitu bagaimana menjelaskan hubungannya terhadap NKRI dan Pancasila, termasuk hukum yang diakui di Indonesia," terangnya.

Sejauh ini, katanya, MUI tidak melihat adanya penyimpangan yang ditunjukkan HTI dalam hal akidah, syariah, amaliyah ataupun dakwah. “Kalaupun ada perbedaan masih dalam wilayah ikhtilaf,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengakui organisasi Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan organisasi masyarakat dengan kegiatan utama dakwah. Namun gerakan dakwah yang dikumandangkan HTI dinilai sudah masuk ke wilayah politik yang mengancam kedaulatan negara.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengungkapkan, salah satu kegiatan HTI di lapangan mengampanyekan ideologi khilafah.

Dia menuturkan, dalam berbagai literatur, ideologi khilafah bersifat transnasional dan berorientasi meniadakan paham negara bangsa.

"Bangsa menjadi absurd, termasuk Indonesia yang berdasarkan NKRI, UUD 45," kata Wiranto dalam konferensi persnya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (12/5/2017).

0 Response to "MUI: Rencana Pembubaran HTI Tak Cukup dengan Pidato"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.