Subhanallah, Cara Dakwah Kreatif Anggota FPI di Rutan Ini Menjadi Viral


SinarRakyat.Com | Sebuah rekaman vidio pendek yang menggambarkan seorang anggota FPI tengah membagi-bagikan nasi bungkus kepada penghuni rumah tahanan (rutan) kini menjadi viral di media sosial.

Selain di facebook, rekaman ini pun sangat banyak beredar di group-group WA dan instagram.

Sebenarnya, hal yang lumrah orang bersedekah dan saling berbagi berupa nasi bungkus, seperti yang sering terjadi kepada fakir miskin, tukang becak atau gelandangan. Namun, cara dakwah anggota FPI ini tergolong kreatif. Pasalnya, dia "berbagi" dilakukan kepada nota bene para penjahat dan para napi, dan itu dilakukannya dalam rutan.

Yang menarik dalam rekaman vidio ini, anggota FPI ini menyelipkan "kalimat tausiyah" yang super keren.

Selain mendoakan, anggota FPI yang belum diketahui namanya ini menyampaikan pesan-pesan dakwahnya kepada penghuni rutan usai membagi-bagikan nasi bungkus itu:

"Kita dari FPI muda-mudahan nanti bisa ketemu di luar ya, ya yang salah bisa berbuat baik kembali, namanya manusia biasa itu berbuat salah, tapi sebaiknya orang bersalah itu bertaubat... ya kembali kepada kebenaran ya..

Hidup kita ini kan sementara, diakhirat nanti dapat balasan ya kan, kalau bisa kita di dunia selamat maka nanti diakhirat kita pun akan selamat," katanya.
Sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam menyampaikan risalah yang Allah subahahu wa ta’ala turunkan kepada beliau, Beliau juga memerintah ummatnya untuk menyampaikan apa yang mereka terima darinya walaupun hanya satu ayat, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).
Penasaran? Berikut rekaman VIDIO itu, Klik DISINI


0 Response to " Subhanallah, Cara Dakwah Kreatif Anggota FPI di Rutan Ini Menjadi Viral "

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.