728x90 AdSpace

Latest News
Monday, 10 April 2017

Prancis Usir Ulama Pendiri Ikhwanul Muslimin



Hani Ramadan, ulama Muslim Swiss yang juga cucu pendiri Ikhwanul Muslimin, Hasan al-Banna, diusir pemerintah Prancis. Foto / REUTERS
SinarRakyat.Com | Seorang ulama Muslim Swiss kelahiran Mesir diusir dari Perancis pada hari Sabtu karena pernyataan yang menimbulkan ancaman serius bagi ketertiban umum, Kementerian Dalam Negeri Perancis mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Hani Ramadan ditangkap di Colmar, di timur laut Perancis, di mana ia diharapkan untuk mengambil bagian dalam sebuah konferensi.

Ramadan merupakan cucu pendiri Ikhawanul Muslimin, Hasan al-Banna.

Menurut situs Swissinfo melaporkan yang menyebutkan Kementerian Dalam Negeri Prancis telah melakukan pengusiran ulama Swiss itu terjadi pada Sabtu pekan lalu.

Swissinfo, melaporkan bahwa Hani kemudian dikawal ke perbatasan Prancis-Swiss oleh aparat polisi.

”Hani Ramadan dikenal memiliki masa lalu yang mengadopsi sikap dan membuat pernyataan yang bisa menimbulkan ancaman serius bagi ketertiban umum di tanah Prancis,” kata Kementerian Dalam Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Senin (10/4/2017).

”Kementerian Dalam Negeri dan pasukan keamanan siap dan akan terus berjuang tanpa henti melawan ekstremisme dan radikalisasi,” imbuh Menteri Dalam Negeri Prancis Matthias Fekl.

Ramadan tak terima dengan pengusiran tersebut.

Atas pengusiran tersebut Hani akan mengajukan banding ke pengadilan. Menurutnya, Pemerintah Prancis telah salah dan mendasarkan interpretasi sempit atas yang terjadi sebenarnya.

Ramadan adalah mantan direktur Geneva Islamic Center. Dia adalah saudara dari intelektual Muslim Tariq Ramadan dan cucu Hasan al-Banna.

Beberapa ceramah Ramadan telah dibatalkan di Prancis beberapa bulan menjelang pengusiran. Pada tahun 2002, dia dipecat sebagai guru sekolah di Jenewa setelah menulis artikel untuk surat kabar Prancis, Le Monde, di mana dia membela hukum rajam sampai mati untuk pezina dan menyebut AIDS sebagai hukuman Tuhan.

Dia kemudian memenangkan gugatan atas pemecatannya dan mendapat kompensasi lebih dari 200.000 Euro.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Prancis Usir Ulama Pendiri Ikhwanul Muslimin Rating: 5 Reviewed By: Sinar Rakyat