Pasca Penolakan, Polisi akan Memperketat Pengamanan Sidang Kasus Ahok


SinarRakyat.Com | Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan kepolisian akan lebih memperketat pengamanan pada sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada 11 April 2017 mendatang.

Pernyataan ini muncul pasca penolakan atas penundaan sidang Ahok.

Baca Juga: DPR: Presiden pun tak Boleh Tunda Sidang Ahok

"Keamanan akan lebih kuat, lebih fokus, dan lebih ekstra," kata Boy usai seminar dan lokakarya Indonesia di Persimpangan Negara Pancasila dan Negara Agama di Jakarta, Sabtu, 8 April 2017, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Dia mengatakan, pengamanan tetap menjadi prioritas kepolisian untuk menjaga ketertiban.

"Keamanan tetap dijalani. Kepolisian akan tetap mengamankan semua proses persidangan, proses pilkada (pemilihan kepala daerah)," ujarnya.

Dia menuturkan sidang lanjutan kasus penodaan agama yang akan diselenggarakan pada 11 April 2017 merupakan mutlak keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sebelumnya, beredar surat yang ditandatangani Kapolda Metro Jaya meminta PN Jakarta Utara untuk menunda sidang lanjutan kasus penodaan agama terdakwa Ahok tertanggal 4 April 2017.

Kepolisian beralasan penundaan jadwal sidang untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban warga DKI Jakarta menjelang pemungutan suara putaran kedua.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan menyarankan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara agar menunda sidang lanjutan terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjelang pencoblosan Pilkada putaran kedua 2017.

Editor: Umi Khalsum
Sumber: Antara

0 Response to "Pasca Penolakan, Polisi akan Memperketat Pengamanan Sidang Kasus Ahok"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.