728x90 AdSpace

Latest News
Saturday, 11 March 2017

Aroma Bau Busuk Mega Korupsi E-KTP Sudah Tercium Sejak Awal


SinarRakyat.Com | Heboh soal korupsi mega proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP yang terjadi saat ini, sebenarnya sudah tercium aroma bau busuknya dari sejak awal.

Demikian hal tersebut disampaikan Ketua Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia Baharuddin Tahir dalam diskusi Polemik di Sindo Radio bertajuk Samber Gledek e-KTP di Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/3).

Tahir menyebutkan bahwa indikasi bermasalahnya proyek e-KTP tersebut sudah diingatkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) hingga Indonesian Corruption Watch (ICW). Namun tak dihiraukan, sebab munculnya suatu masalah pasti akan terjadi pada saat pelaksanaan.

Meski sudah diingatkan, saat itu para pengambil kebijakan tetap menjalankan proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

Menurutnya, kasus korupsi E-KTP ini terjadi mulai dari perencanaan oleh eksekutif, penganggaran yang melibatkan legislatif, serta pengadaan dan pelaksanaannya panitia lelang dan kontraktor.

"Kasus korupsi e-KTP ini nyaris sempurna. Sebab ada eksekutif, legislatif, panitia lelang sampai pengusaha. Ini menunjukkan memang bermasalah dari awal. Kemudian ada relasi kekuasaan karena antara pelaksana proyek, penentu kebijakan dan anggaran ada pembicaraan sebelumnya," paparnya.

Tahir sendiri pernah meramalkan kasus mega proyek e-KTP ini bakal bermasalah. Ternyata, apa yang di khawatirkan benar-benar terjadi.

Saat itu, ditahun 2011, dia sudah memprediksi dengan anggaran yang begitu besar, adalah sangat mungkin ada buyers-buyers dalam kasus ini.

"Intinya, aura akan bermasalah sudah tercium sejak awal," demikian Baharuddin Tahir.

Korupsi terbesar

Tidak bisa ditampik, taksiran kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun, bukanlah nilai kecil. Jika dibandingkan dengan sejumlah kasus korupsi yang sedang atau telah ditangani KPK, dugaan korupsi e-KTP bahkan mengakibatkan potensi kerugian negara terbesar.

Kasus dugaan korupsi pembangunan pusat olahraga Hambalang di Bogor Jawa Barat senilai Rp1,2 triliun, disebut KPK mengakibatkan kerugian negara Rp706 miliar.

Sementara kasus dugaan korupsi pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM) di Korps Lalu Lintas Polri dan perkara korupsi komunikasi radio terpadu di Kementerian Kehutanan, berturut-turut mengakibatkan kerugian negara Rp121 miliar dan Rp89,3 miliar. (R)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Aroma Bau Busuk Mega Korupsi E-KTP Sudah Tercium Sejak Awal Rating: 5 Reviewed By: Sinar Rakyat