Anies Bawesdan: Gubernur Jangan Menjadi Provokator Masalah


SinarRakyat.Com | Calon Gubernur Baru Jakarta pilihan umat Anies Baswedan menyebutkan bahwa sebagai pemimpin kita bisa belajar dari pemimpin pemimpin sebelumnya dari sosok Soekarno dan Soeharto ...

Pemimpin yang STABIL BUKAN yang LABIL dalam menyikap berbagai persoalan bukan menjadi BIANG PROVOKATOR yang setiap kata katanya menimbulkan PROVOKASI itulah yang terjadi saat ini ...

Sebagai Host, Najwa Shihab menanyakan kepada Anies dan Ahok dengan pertanyaan yang sama:

"Pilkada yang sudah berlangsung enam bulan dipenuhi tensi politik yang tinggi, diskusi publik beragam dan sengit. Jika terpilih, apa rencana Anda sebagai gubernur untuk memulihkan kehidupan beragama?"

Anies menekankan:
1) pentingnya dialog
2) merangkul semua pihak yang berbeda
3) kata-katanya merekatkan, bukan meretakkan
4) Kata-katanya harus membangun persatuan, bukan mengkotak-kotakkan
5) gubernur tidak bisa menjadi provokator masalah.


Inilah jawaban lengkap Anies Baswedan di Mata Najwa tadi malam (27/3/2017):

"Yang pertama adalah menjangkau semua. Bukan hanya menjalankan program tapi merawat kebhinnekaan, memastikan hukum tegak untuk semua. Dan bisa berkomunikasi dengan siapa saja yang ada di Jakarta.

Gubernur harus menjadi gubernur semuanya. Dan yang tidak kalah penting adalah gubernur ini memfasilitasi dialog.

Jika saya gubernur maka saya akan fasilitasi dialog dengan semua pihak yang berbeda, baik itu sosial dan ekonomi; atas dan bawah, atau berdasarkan pandangan

ideologi; kanan dan kiri.

Saya akan jangkau semua dan mengajak mereka berdialog. Supaya apa? Supaya kota ini terus menjadi menjadi cermin Bhinneka Tunggal Ika.

Tetapi selama kita masih seperti sekarang, selama sumber provokasi masih ada, yang akan selalu muncul masalah. Kalau gubernurnya masih menjadi provokator problem karena tidak sensitif, ya nggak perlu. Gubernur nggak usah masuk ke sana sini. Jakarta sudah punya 17 gubernur, tidak ada yang suka memprovokasi.

Karena itu, jika saya menjadi gubernur, justru saya menyadari kata-kata saya harus merekatkan, bukan meretakkan. Kata-kata saya justru harus membangun suasana persatuan, bukan justru mengkotak-kotakkan.

Ini yang saya lakukan agar Jakarta tetap tetap Bhinneka, Jakarta tetap tegak hukum, dan suasana persatuan ada di Jakarta."

Mari warga Jakarta kita sambut GUBERNUR BARU JAKARTA PILIHAN RAKYAT

#TolakPenistaAgama
#TolakGubernurProvokator

[Berikut videonya, Klik DISINI]

Sumber: Angel Setiawati / Portal-Islam


0 Response to "Anies Bawesdan: Gubernur Jangan Menjadi Provokator Masalah"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.