Ustadz Jazir: Masjid Bisa Menjadi Pusat Perubahan Sosial

SinarRakyat.Com | Sebagai salah satu Organisasi Massa berbasis Dakwah dan Pendidikan, Hidayatullah selenggarakan Rapat Kerja Wilayah ke-2.

Acara yang diselenggarakan pada hari Jum’at – Ahad tanggal 3-5 Februari 2017 dilaksanakan di Kampus Peradaban Islam Hidayatullah Semarang dan dihadiri oleh seluruh unsur pengurus DPW, DPD Hidayatullah Se-Jawa Tengah dan semua unit amal usaha Hidayatullah Jawa Tengah diantaranya Baitul Maal Hidayatullah (BMH), BMT Amanah Kudus, Lembaga Pendidikan Integral (LPI) Hidayatullah, Yayasan Al-Burhan, Pos Dai, Muslimat Hidayatullah dan amal usaha lainya.

Kegiatan yang diawali dengan Cakrawala Wawasan menghadirkan narasumber dari Jogjakarta yaitu Ustadz Jazir yang diamanahi sebagai salah satu pengurus Takmir Masjid Jogokariyan.

Dalam paparannya beliau banyak menyampaikan tentang keberadaan Masjid, bahwa Masjid merupakan salah satu bentuk dan obyek untuk mewujudkan peradaban Islam, keberadaan Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah (shalat) semata, lebih dari itu bahwa Masjid bisa dan harus dipakai untuk Muamalah, Sosial Kemanusiaan dan lainnya.

Ust.Jazir menambahkan, Masjid juga bisa menjadi pusat perubahan sosial dan inilah fungsi utama Masjid, sebagaimana fungsi Masjid dijaman Rasulullah Saw yaitu pusat informasi masyarakat.

Sehingga Hidayatullah dengan program utamanya ”Dakwah” diyakininya mampu mewujudkan peradaban Islam ini melalui Masjid ini.

 Dengan jaringan yang tersebar di hampir seluruh Kabupaten dan Kota se –Jawa Tengah Hidayatullah optimis akan mewujudkan peradaban Islam melalui Masjid ini, Ujar Ustadz Suwarno selaku Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah.

Sementara itu, agenda lanjutan dalam Rakerwil ini juga menghadirkan Ust.Shihabbudiin sebagai ketua GNP MUI Jawa Tengah untuk memberikan cakrawala wawasan lanjutan. (Ikhwan)



0 Response to "Ustadz Jazir: Masjid Bisa Menjadi Pusat Perubahan Sosial"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.