728x90 AdSpace

Latest News
Wednesday, 8 February 2017

Masjid Jogokaryan: Kami Tak Rela Jakarta Dipimpin Oleh Penista Agama


Inilah seruan dari Masjid Jogokariyan, kota Jogjakarta: Masyarakat ber-KTP DKI & tinggal di Kampoeng Jogokariyan, pulanglah! Gunakan hak pilih anda! Pilih pemimpin Muslim! Begitu seru bunyi aku @jogokariyan.
SinarRakyat.Com | Pengurus  masjid Jogokaryan, Mantrijeron Yogyakarta memberi perhatian serius Pilkada DKI Jakarta 2017. Masjid yang terkenal dikalangan aktivis islam Yogyakarta ini memfasilitasi warga muslim asal ibukota yang memiliki hak pilih untuk pulang ke Jakarta agar bisa menggunakan suaranya.

Wahyu Tejo Rahaja, salah seorang pengurus Masjid Jogokaryan, mengatakan alasan utama memberikan fasilitas tersebut adalah karena adanya kewajiban memilih pemimpin muslim bagi warga muslim DKI sesuai ajaran Islam. Langkah ini merupakan bagian dakwah yang dinilai juga amat penting.

"Latar belakangnya adalah dalil untuk memilih pemimpin muslim dan Jakarta Ibukota negara, mayoritas beragama Islam maka pemimpinya harus muslim. Kami tidak rela Jakarta dipimpin oleh penista agama dan melecehkan ulama", kata Wahyu saat dihubingi, Selasa (7/2/2017).

Wahyu menambahkan bahwa Masjid Jogokaryan ingin menginspirasi masjid-masjid lain di Indonesia agar berbuat hal yang Sama. Tujuannya agar suara umat muslim ibukota benar-benar bermanfaat dalam ajang pemilihan gubernur.

"Sebetulnya kami mencoba menginisiasi dan menginspirasi masjid-masjid lain untuk berbuat sama (memberikan fasilitas tiket untuk pulang-pergi ke Jakarta bagi warga DKI Jakarta)," tambah Wahyu.

Untuk menyebarluaskan informasi ini, pengurus masjid Jogokaryan juga membuat himbauan melalui brosur digital atau info grafis berlogo masjid Jogokaryan, atas nama Ust Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Takmir masjid ini.

"Bagi masyarakat yang ber-KTP Jakarta dan saat ini bertempat tinggal di Kampung Jogokarian, Pulanglah!. Gunakan hak pilih anda pada 15 Februari 2007. Pastikan hadir di TPS terdaftar dan Pilih Pemimpin Muslim. Kami akan subsidi dan beri transportasi..!,"

Sebelumnya di medsos juga beredar seruan untuk pulang ke Jakarta oleh salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Ahmad Mustain Syafiie. Pakar tafsir ini mengimbau agar santri asal DKI Jakarta pulang dan menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub 15 Februari 2017.

"Murni sebagai khotib saya mengingatkan, santri asal DKI yang sudah punya hak pilih, pulanglah. Gunakan hak pilih, izin pada lembaga. Memilih pemimpin, termasuk bagian dari agama dan bela negara. Sekaligus wujud cinta tanah air," tutur sang Kiayi saat khotbah jum'at (3/2/2017) di pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Editor : Umi Khalsum
Sumber : TeropongSenayan / Twitter


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Masjid Jogokaryan: Kami Tak Rela Jakarta Dipimpin Oleh Penista Agama Rating: 5 Reviewed By: Sinar Rakyat