Sylviana Murni: Transfer Rp.10 Juta Itu Untuk Operasi, Bukan Untuk Makar

SinarRakyat.Com | Niat berjuang demi kebaikan masyarakat pasti akan mengalami banyak ujian. Dan untuk berjuang demi masyarakat tentu saja harus lulus dari berbagai ujian, termasuk berbagai tuduhan.

Demikian disampaikan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni, terkait dengan suaminya Gde Sardjana. Gde Sardjana terseret kasus karena mentransfer uang senilai Rp 10 juta ke Zamran, yang merupakan tersangka kasus ITE dan juga saksi dalam kasus dugaan makar.

Sylvi memastikan suaminya itu, yang sudah diperiksa sebagai saksi untuk Zamran, sama sekali tak terkait dengan isu makar.

"Mana sempet kepikiran seperti itu (makar)," kata Sylvi, Sabtu, (31/12).

"Bisa kok ikutin seluruh anggota keluarga saya selama 24 jam ngapain aja," sambung Sylvi.

Sylvi menambahkan bahwa terkait dengan tuduhan ini ia dan keluarganya tetap semangat dan tetap memaafkan. Apalagi keluarganya merupakan keluarga yang solid dan hanya bergantung kepada Allah SWT.

"Walau kami terdzalimi, kami tetap memaafkan. Makin semangat berjuang untuk sejahterakan masyarakat," tegasnya.

Gde Sardjana sendiri, usai diperiksa di Polda Metro Jaya sebagai saksi pada Jumat kemarin (30/12), mengakui dirinya mentransfer uang senilai Rp 10 juta ke Zamran. Namun dirinya membantah kalau uang tersebut untuk mendanai makar.

"Itu fitnah. (Uang yang dikirim) untuk perkawanan, karena istrinya mau operasi," kata Gde.

"Sepuluh juta. Enggak (lebih), emang saya kebanyakan uang apa?" kata dia.

Menurut pengakuannya, dia mengenal Zamran ketika sama-sama menjadi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI). Dia mengaku tidak kenal dengan Sri Bintang Pamungkas maupun yang lainnya.

"Saya enggak ada kenal sama mereka. Enggak tahu, enggak kenal saya," katanya.

Sumber: RMOL


0 Response to "Sylviana Murni: Transfer Rp.10 Juta Itu Untuk Operasi, Bukan Untuk Makar"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.