DPR Minta Polisi Usut Tuntas Peredaran Mie Instan Mengandung Babi


SinarRakyat.Com | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta aparat Kepolisian dan Kementerian Agama mengusut tuntas peredaran mie instan mengandung babi.

Demikian penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII Deding Ishak, malam ini.

Dia menyebutkan, masalah beredarnya Mie Instan mengandung babi ini sudah meresahkan masyarakat. Selain meresahkan masyarakat, mie instan mengandung babi dari Korea Selatan juga melangggar sejumlah Undang-undang.

"Ini masalah serius. Berbagai instansi terkait harus mengusut tuntas. Bukan sekadar menarik dari peredaran, distributor dan para pedagang harus diberi sanksi sesuai aturan perundang-undangan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mie instan mengandung babi ini ditemukan di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pekan lalu.

Mie tersebut adalah khas Korea yang berjenis ramen. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sumenep bersama dengan Dinas Kesehatan dan Polres setempat langsung menggelar inspeksi mendadak.

Berbekal bantuan seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Prodi Bahasa Korea Universitas Gajah Mada (UGM), mie tersebut memang mengandung babi. Kandungan tersebut sudah tertulis di luar kemasan, namun menggunakan bahasa dan huruf Korea.

Menurut Deding, mie instan mengandung babi asal Korea Selatan itu juga telah menipu konsumen. Sebab, kemasan mie menggunakan bahasa Korea, sehingga sulit dipahami masyarakat Indonesia.

"Jadi, harus ada proses pidana. Apalagi dijual di komunitas Muslim. Dalam Undang-undang Jaminan Produk Halal, semua produk harus ada sertifikasi halal," katanya.

0 Response to "DPR Minta Polisi Usut Tuntas Peredaran Mie Instan Mengandung Babi"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.