Salah Satu Wujud Cinta Itu adalah Menulis

Penyair asal Patani Thailand, Muhammad Rosul bin Khosim atau akrab dipanggil Mahroso Doloh, Minggu (11/12) yang lalu singgah di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Ponorogo.

Mahroso Doloh yang kini menempuh pendidikan Magister jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu, mengatakan generasi muda harus punya rasa cinta dan bangga terhadap bahasa dan budaya bangsa kita sendiri.

Salah satu wujud cinta itu adalah menulis. Menulis secara tidak langsung akan membuat kita bergulat dengan bahasa dan menemukan pelajaran baru. Selain itu, bahasa memiliki kekuatan, jika dilontarkan mampu mengetuk hati dan ketika diucapkan membuat kita menjadi pemberani, misalnya saja pidato.

Di hadapan 100 orang lebih, Mahroso berbagi lima teknik menulis berbasis dari pengalamannya. Yaitu, pertama, harus ada niat dan tujuan untuk orang lain terutama bangsa; kedua, memiliki keinginan untuk selalu berproses; ketiga, harus ada komunitas yang mewadahi; keempat, mau berguru dan aktif dalam kegiatan kepenulisan; dan kelima, berinteraksi dengan media massa atau toko buku.

Teknik-teknik di atas perlu untuk diterapkan, tahap demi tahap. Karena menulis bukan sesuatu yang tiba-tiba tetapi perlu proses yang panjang. Proses yang dapat mengubah pola pikir seseorang bahwa menjadi menulis itu mudah.

Menulis sama artinya dengan menciptakan sejarah. Walaupun jasadnya di bawah tanah, namun namanya tetap ada di antara jutaan manusia. Jangan hanya membaca sejarah, tetapi jadilah orang yang dicatat sejarah. Jadi, selagi masih ada kesempatan mulailah menulis mulai sekarang.

Bermimpilah, berangan-anganlah menjadi seorang penulis hebat. Berani bermimpi dan bertindak lanjut untuk mancapai mimpi-mimpi tersebut. Jika kita mau berusaha maka pintu kemudahan akan selalu dibuka oleh Allah. Karena Allah tahu mana hambanya yang bersungguh dan mana yang tidak. Sebagaimana ungkapan Soekarno “Mimpilah setinggi-langit. Jika engkau jatuh maka engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

(sri wahyuni)

0 Response to "Salah Satu Wujud Cinta Itu adalah Menulis"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.