Kak Bimo Hibur 2300 Anak Shalih Generasi Pecinta Al-Qur'an

SinarRakyat.Com | Dalam rangka mengisi liburan akhir semester  dan akhir tahun 2016  Baitul Maal Hidayatullah (BMH) gelar Kisah dan Muhasabah.

Acara digelar pada Sabtu, 24 Desember 2016 di Kampung Tanah Mas Kelurahan Kuningan Semarang dan diikuti tak kurang dari 2300 anak shalih generasi pecinta al-Qur'an.

Dalam event tersebut Kak Bimo (Pendongeng Nasional) sebagai pembicara membuat anak terkesima dan sangat antusias. Bagaimana tidak,  Kak bimo bisa menirukan setidaknya 100 bunyi yang hampir sama mulai dari bunyi hewan, bunyi alat musik, bunyi kendaraan dan lainnya semuanya diucapkan mirip sebagaimana bunyi aslinya.

Menurut Imam Muslim GM BMH Jawa Tengah mengatakan, event tahunan ini sudah dilaksanakan kelima kalinya diberbagai tempat di kota Semarang.

Pada tahun 2016 ini dilaksanakan di tiga tempat yaitu di Masjid Al-Ikhlas Jl.Dr.Cipto Semarang Timur kemudian Masjid Al-Hikmah Tanah Mas Kuningan Semarang Barat dan Masjid dan Masjid An-Nur Semarang Tengah.

Di akhir acara para peserta diberikan bingkisan berupa buku tulis, alat tulis, tas dan perlengkapan belajar yang semuanya merupakan amanah dari para donatur BMH yang telah menunaikan dana Zakat Infak Sedekahnya melalui BMH.

Sementara itu,  Zacky (7 th) salah satu anak asuh binaan BMH dari Kelurahan Tanah Mas yang datang merasa terhibur dan bahagia.

"senang bisa mendengar dongengnya kak bimo karena lucu bisa menirukan suara holikopter,” ucapnya.

Kegiatan ini dilakukan atas dasar perhatian BMH kepada anak-anak shalih pecinta al-Qur'an yang sangat dan perlu sekali pembinaan yang berkesinambungan karena anak-anak inilah yang akan menjadi generasi bangsa kedepan.

(Abdullah M Ikhwan)

0 Response to "Kak Bimo Hibur 2300 Anak Shalih Generasi Pecinta Al-Qur'an"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.