728x90 AdSpace

Latest News
Saturday, 5 November 2016

Tinggalkan Istana Saat Demo, Sylviani: Kita Jadi Tahu Kualitas Jokowi Sebagai Presiden

SinarRakyat.Com | Hampir 500 ribu massa umat islam kemarin melakukan aksi akbar Demo Bela Islam jilid II. Namun sangat disesalkan, saat rakyat ingin mengadu justru Presiden tak ada di Istana.

Sikap Presiden ini langsung dikritisi Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center, Sylviani Abdul Hamid. Menurutnya langkah Presiden Joko Widodo yang pergi meninggalkan Istana Presiden pada Aksi Damai Umat Islam merupakan langkah yang tidak arif.

"Jokowi sebagai presiden tidak arif meninggalkan rakyatnya yang ingin mengadu," katanya hari ini (Sabtu, 5/11).

Seperti diketahui, ketika aksi demo berlangsung Presiden Jokowi pada saat yang sama berada di Cengkareng dalam rangka peninjauan kereta bandara.

"Jokowi mencitrakan dirinya merakyat, tapi kok didatangi rakyat yang mau mengadu malah kabur", sesal Sylviani seperti dikutip  RMOL.

Menurut Sylviani Abdul Hamid, seharusnya Jokowi menemui massa Umat Islam dan mendengarkan keluhan yang akan disampaikan.

"Kalau gitu, kita semakin tahu kualitas dia sebagai presiden," imbuhnya.

Silviani mengingatkan kepada Presiden bahwa negeri ini tegak dan berdiri karena Umat Islam dengan pekikan takbir. (007)


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

16 komentar:

  1. Bukan kah jokowidodo telah berjanji pada hari kamis dia siap jumpai rakyat ya itu pendemo dari HMI dan FBI yang atas nama umat muslim yang menuntaskan kasus gubernur DKI nonaktif basuki purnama alias ahok yang ingin menuntaskan masalah yang yang kasus menistakan al-quran pedoman bagi umat muslim ya tiada umat yang di akui allah di dalam dunia selain umat islam,jokowidodo harus bertanggung jawab bagai atas kasus ahok yg melakukan menduga penistaan agama islam dan harus dia kedepan kan hukum bagai mana di jatuh kan hukum kepada zaskia gotik atas pelecehan lambang negara begitu lah ke ahok kalau terbukti bersalah apalagi lebih besar kesalahan ahok laku kan karena alquran satu satu hukum allah dan tidak bisa di hapus kan semena mena koq di lihat lihat indonesia gak punya malu ibukota negara (jakarta) di pimpin ama kafir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi yg anda mksd agama berada diatas negara???? dan non muslim tidak punya hak politik yg sama dengan muslim??
      krna seingat saya negara ini masih berdasar pancasila dan semua rakyat memiliki hak politik yg sama

      Delete
    2. jadi beranggapan agama berada diatas negara??? dan non muslim tidak memiliki hak yg sama dengan muslim?? dan klo ga salah pihak polri sudah mengeluarkan pendapat soal ahok dan kemudian negara ini kan negara pancasila dan klo ga salah semua warga memiliki hak yg sama

      Delete
    3. Semua berhak menjadi pemimpin.
      Agama apapun.
      Akan tetapi orang yg beragama tentu lebih memilih menjalankan perintah agamanya.
      Silahkan orang berkompetisi, dan silahkan memilih sesuai dg pilihan masing masing. Sesuai kriteria masing-masing.

      Bagi muslim taat, tentu agama diatas segalanya.
      Demikian juga untuk saudara-saudara yg beragama lain tentu juga akan memilih pemimpin yang seiman.

      Contoh di bali, tentu gubernur hindu. Demikian juga untuk daerah-daerah lain.

      Terbukti, dimana satu daerah yg jadi gubernurnya tentu dari agama mayoritas didaerah tersebut.

      Delete
    4. Ahok itu sdh jelas sengaja membuat polemik, skenarionya polri tetapkan ahok tdk bersalah, yg dihukum malah fpi, hmi, dan buni yani, apa hasilnya, ahok makin terkenal dan dicintai. Harapan konsultan pilitik ahok bhwa ahok akan mendptkan simpati dr warga jkt yg muslim krn tdk terbukti menistakan alquran... selamat untuk ahok semoga sehat wal,afiat hingga pelaksanaan pilkada jkt...

      Delete
    5. Saudaraku Ark. Posisi agama tdk pernah berada di bawah negara akan tetapi di atas negara. Makanya dasar negara kita panca sila, sila pertama adalah berketuhanan yg maha esa. Dan saudaraku, betul pancasila sudah mengatur bahwa dlm kehidupan bernegara semua memiliki hak yang sama untuk semua golongan umat beragama, akan tetapi pancasila juga mengatur bahwa masing2 umat beragama saling hormat-menghormati, menghargai, dan tdk memaksakan kehendak kepada golongan yg lain. Skrg kalo kitab suci al quran mengatur umat islam dalam hal memilih pemimpinnya dan itu menjadi kewajiban bagi setiap umat islam yg mengetahuinya lalu memberitahukan kepada sesamanya umat islam kenapa mau dibilangi sara? Kenapa Ahok yg kepanasan? Seandainya sy jadi Ahok sya tdk akan ambil pusing dgn hal itu, knapa, bukankah lembaga surveinya telah merilis bahwa pengaruh agama tdk menentukan dlm menntukkan liketabilitas figur calon gub di dki, jdi santai sja. Ngapain urusin org yg sibuk kampanye pake bawa2 al quran, bukankah calon lainnya tdk pernah menyinggung dan menanggapi seruan2 pendeta di gereja. Karna saudaraku Ark. Bagi kami umat islam kebenaran wajib hukumnya disampaikan kepada sesama.

      Delete
  2. buat apa ketemui org2 yg gak mengakui Pancasila...dan demo itu sdh membias ke-mana2 dan tujuan utama hanya slogan...ter buktikan.

    ReplyDelete
  3. Dlm kejadian yg luar biasa, ada protap khusus yg berlaku bg vvip, Krn pertimbangan yg lebih penting utk kepentingan yg lebih besar, jd jgn menyimpulkan apa yg kita lihat saat itu, toh stlh dianggap terkendali beliau tdk melarikan diri, klo semua berpikir dmk kacau, gak perlu lg ada protap" vvip, semua sama wah bisa jadi chaos terus Bu, minim skl Bu Anda sbg pengamat, maaf blmn kurang berkenan ini hanya masukan bhw protap ketatanegaraan ada yg khusus dan ada yg umum

    ReplyDelete
  4. Note.....
    Cukup Tau saja....
    Pemimpin kita.....
    Coba...Demonya ada Dangdut, Slank,Roker,
    Mungkin datang lebih awal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Titip salam buat band slank tolong ciptain lagu buat kami penggemarmu di sulawesi judulnya presiden kami yg lari

      Delete
  5. Pada dasarnya sih nggak berkualutas, hanya media aja yg mencitrakan sok merakyat, buktinya...pret.....

    ReplyDelete
  6. Gimna pak jokowi , apakah masih sanggup dan siap menjadi presiden ?

    ReplyDelete
  7. Gimna pak jokowi , apakah masih sanggup dan siap menjadi presiden ?

    ReplyDelete
  8. Mengapa presiden memilih pergi daripada tinggal di istana? Lebih penting proyek bandara ataukah mendengar aspirasi rakyat? Apakah presiden pergi atas bisikan dari para pembisik di lingkaran kekuasaan istana? Apakah tuduhan demo ditunggangi aktor politik hanya sebatas tuduhan tanpa bukti? Apakah presiden masih sanggup melaksanakan tugasnya?

    ReplyDelete

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Tinggalkan Istana Saat Demo, Sylviani: Kita Jadi Tahu Kualitas Jokowi Sebagai Presiden Rating: 5 Reviewed By: Sinar Rakyat