STKIP PGRI Ponorogo Gelar Seminar Literasi

SinarRakyat.Com | Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Ponorogo tidak main-main berdayakan masyarakat di kota reog. Ini dibuktikan lewat budaya literasi (baca-tulis), kompetensi dan prestasi untuk generasi Ponorogo. Seperti terlihat di Jalan Ir. H. Juanda Ponorogo, Tambak Kemangi Resort, Sabtu (26/11).

Salah satu kampus swasta di Ponorogo itu,  menggelar Seminar Nasional 2016. Seminar kali ini, bertemakan Pendidikan Literasi, Karakter, dan Kearifan Lokal. Acara tersebut sebagai rangkaian program kampus literasi, sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun Guru Nasional. Tujuannya untuk memotivasi masyarakat Ponorogo, khususnya guru dan mahasiswa.

Acara yang diikuti ratusan peserta dari kalangan guru dan mahasiswa Ponorogo terasa istimewa. Karena acara itu mendatangkan pembicara hebat, Prof. Dr. Djoko Saryono dari Universitas Negeri Malang sekaligus Staf Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, juga Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan M.A, guru besar FBS Universitas Negeri Surabaya.

Melalui acara hasil kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo. Dr. H. Kasnadi, M. Pd, selaku Ketua STKIP PGRI Ponorogo, menyampaikan tujuan program literasi adalah menumbuhkan kesadaran literasi kepada anak didik, baik SD, SMP, dan SMA sederajat.

Selain itu, juga memotivasi anak didik dalam dunia membaca dan menulis.

“Kesempatan ini adalah kesempatan bahagia. Kami mendatangkan pakar literasi, pakar karakter, juga pakar kearifan lokal. Untuk itu, silahkan sharing, berbagi pengalaman, juga bertanya persoalan literasi,” ungkapnya.

Dr. Sumani, M. Pd, Sekretaris Kwarcab Ponorogo juga menambahkan, program literasi ini sesuai dengan salah satu visi-misi kabupaten Ponorogo, yakni lebih maju, berbudaya, dan religius.

“Saya sangat mendukung dan berterimakasih kepada kampus STKIP PGRI Ponorogo telah mengadakan sekolah literasi. Sebab, mendidik laki-laki akan melahirkan laki-laki terdidik. Mendidik wanita akan melahirkan wanita terdidik,” ujarnya saat sambutan sebagai keynote speaker Seminar Nasional 2016.

Lebih lanjut dia berharap ke depannya, semoga generasi Ponorogo menjadi generasi terdidik. Tidak cerdas dalam akademik saja, tetapi juga solah bowo dan anggah-ungguh.

“Semoga berharap, nantinya setiap sekolah beraroma literasi, seperti di setiap sudut ruang harus ada buku,” himbau Tutut Erlina selaku Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Ponorogo.

Seminar Nasional ini, juga tidak tanggung-tanggung memberdayakan masyarakat. Bagi peserta kalangan guru, selain mendapatkan fasilitas snack, makan siang, sertifikat, juga mendapatkan buku gratis.

“Alhamdulillah, selain mendapat ilmu saya juga memeroleh dua buku gratis. Terimakasih kampus literasi, semoga semakin sukses dalam mendidik generasi penulis,” gagas Ahmad Nur Edi, salah satu peserta Seminar Nasional.

Setelah acara seminar selesai, dilanjutkan dengan pembagian buku gratis ‘Jembatan Makna yang Terbuka’ karya mahasiswa angkatan 2012. Kemudian, dilanjutkan foto bersama pembicara hebat itu. (Suci Ayu Latifah)

0 Response to "STKIP PGRI Ponorogo Gelar Seminar Literasi"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.