KOKAM Muhammadiyah: Jangan Lupa Merah Putih, 212 Kami Tunggu Dipatung Kuda

SinarRakyat.Com | Menyongsong Aksi Bela Islam 3 Gerakan Nasional KOKAM (eksponen Muhammadiyah) Bergerak Maju Tegakkan Keadilan.

Semakin mantap mengkonsolidasi eksponen warga dan simpatisan Muhammadiyah yang akan berangkat ke Jakarta Mengikuti Aksi Bela Islam 3.

Para peserta Aksi tak patah semangat dan panjang akal menyikapi upaya upaya pencegahan pergerakan jamaah aksi menuju jakarta, “pencekalan” armada bus tidak menyurutkan niat mereka untuk bergerak.

Beberapa daerah mengkonfirmasi jika dihalangi menyewa bus, maka mereka siap berangkat dengan truk-truk pengangkut barang, bahkan konvoi dengan kendaraan bermotor.

Menurut kami jika hal ini terjadi maka potensi jatuhnya korban dijalan menuju ke jakarta akan sangat banyak.

Oleh karena itu, kami menghimbau dengan tegas dan keras kepada dinas perhubungan dan aparat-aparat terkait agar menghentikan langkah2 pencegahan bergeraknya ummat islam untuk ikut aksi bela Islam 3

Jika hal ini tetap dilakukan maka yg paling bertanggungjawab adalah pihak-pihak yang melarang itu, karena telah menambah besar potensi amarah ummat islam yg ingin menyampaikan aspirasi nya secara konstitusional. Lakukanlah langkah-langkah persuasif dalam menyikapi persoalan penistaan agama ini, jangan menambah titik bara api dengan melakukan tindakan-tindakan yg semakin menyudutkan ummat islam.

Pesan aksi 411 sudah sangat kasat mata bahwa kami bisa damai, aksi dengan 2 juta lebih ummat islam yg belum pernah terjadi sepanjang sejarah negeri ini sejak jaman majapahit.

Adapun tudingan banyak pihak bahwa dalam Aksi 212 ini akan ada “tangan-tangan kotor” yang akan menunggangi aksi putih suci ini, maka disanalah fungsi aparat keamanan dan intelegen untuk mengungkap dan menangkapnya, tangkaplah mereka yang mencoba menunggangi “kuda putih” ini.

Menuding aksi 212 sebagai upaya makar menurut saya adalah pelecehan terhadap hak konstitusional warga negara Indonesia.

Berikut hasil diskusi saya dengan salah satu senior dan Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI. Yogyakarta kakanda Arif Jamali Muis kami punya pandangan yang sama bahwa :

1. NKRI didirikan oleh umat Islam… dan akan dikawal oleh umat Islam…

2. Islam mengajarkan keadilan yg hakiki… kedamaian akan terwujud jika keadilan ditegakkan…

3. Islam mengajarkan tentang keadaban publik, akhlaq di ranah publik… pemimpin harus mampu menunjukkan suri tauladan. Ahok tidak mampu melaksanakan itu… dan ahok tidak layak menjadi pemimpin. Apalagi pemimpin ummat islam.

3. Umat islam sadar hukum dan akan mengawal proses hukum ini agar berjalan dgn adil dan transparan.

4. Jangan khawatir dgn kebhinekaan… umat islam indonesia adalah umat yg cinta damai.. umat yg menebarkan cinta… umat yang akan memberikan pertolongan kepada siapa saja yang mebutuhkan tanpa memandang SARA, dan kami sudah melakukan itu dalam aktivitas kami sebagai Penolong Kesengsaraan Oemoem sejak jaman KH Ahmad Dahlan.

5. Jangan khawatir dgn toleransi….umat islam indonesia adalah contoh umat beragama yg ideal tentang toleransi… umat islam indonesia sangat paham arti dan makna hakiki toleransi…

Oleh karena itu kami tetap menghimbau kepada seluruh peserta Aksi untuk tetap merapatkan barisan dan memantapkan niat hanya satu Tujuan tegakkan keadilan kepada Ummat Islam.

Sampai jumpa di Patung Kuda 2/12

Jangan lupa merah putih, merah darah kita, putih tulang kita hanya untuk mengabdi pada Allah SWT dan menegaskan NKRI yang berdaulat dari tirani asing dan aseng.

Allahu Akbar….
Allahu Akbar….
Allahu Akbar….
Merdeka

Salam Koordinator Nasional KOKAM
(Komando Kawal Al Maidah)
Mashuri Masyhuda
(Aktivis PP Pemuda Muhammadiyah)


0 Response to "KOKAM Muhammadiyah: Jangan Lupa Merah Putih, 212 Kami Tunggu Dipatung Kuda"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.