Demo 2 Tahun Jokowi-JK, Mahasiswa: Presiden Cuma Jago Ngutang

SinarRakyat.Com | Dua tahun masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla hari ini dikritisi mahasiswa. Ribuan mahasiswa di jakarta, Yogyakarta, Medan dan Surabaya turun ke jalan guna menyampaikan aspirasinya terkait berbagai kebijakan dalam 2 tahun duet Jokowi-JK.

Di Jakarta, aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari kelompok Cipayung di depan Istana, sempat ricuh dan sempat saling lempar dengan dengan aparat yang menyebabkan beberapa mahasiswa terluka.

Aksi massa mahasiswa yang berunjuk rasa karena ketidakpuasan atas kinerja rezim Jokowi-JK dalam dua tahun ini terbilang istimewa. Hal ini yang menyebabkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Moch. Iriawan ikut berada di lokasi. Bahkan, kendaraan lapis baja barracuda juga sudah bersiaga.

Selain kelompok Cipayung yang terdiri dari organisasi eksta kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia juga menggelar unjuk rasa. Namun, posisi mereka agak jauh dauh dari Istana. Mereka berada dekat gedung RRI.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai kebijakan Jokowi JK belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh daerah. Sementara jumlah utang kian membengkak.

"2 Tahun Jokowi memimpin negeri ini, cuma jago ngutang. Sementara supremasi penegakan hukum gagal total. Banyak kasus besar tak disentuh dan terkesan di pelihara," kata mahasiswa UI ini.

Seperti diketahui, total utang pemerintah Indonesia per September 2016 mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya yang sebesar Rp3.438,29 triliun. Tercatat utang pemerintah naik Rp6,53 triliun menjadi Rp3.444,82 triliun.

Seperti dilansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pada Kamis (20/10/2016), 78,4% pinjaman berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2.701,03 triliun. (R/hadi)

0 Response to "Demo 2 Tahun Jokowi-JK, Mahasiswa: Presiden Cuma Jago Ngutang"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.