728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, 18 September 2016

Lagi Terdengar Suara "Ganyang Ahok" di Istiqlal, Ratusan Intel Cuma Tersenyum

SinarRakyat.Com | Alhamdulillah, tabligh akbar yang dikemas dalam shalat zuhur berjamaah, dzikir, doa  bagi keselamatan bangsa dan kepemimpinan Jakarta berlangsung lancar. Puluhan ribu jamaah yang datang dari Jabodetabek tampak tertib mengikuti acara.

Jamaah berpakain serba putih memenuhi masjid Istiqlal siang ini. Rombongan massa terdiri dari berbagai ormas Islam.

"Kita shalat berjamaah dilanjutkan dengan dzikir dan berdoa untuk keselamatan bangsa dan kememimpinan Jakarta, lalu dilanjutkan dengan tausyiah ulama dan tokoh," demikian disampaikan Juru bicara Majelis Pelayan Jakarta (MPJ), Ustaz Bachtiar Nasir kepada awak media, ahad (18/9).

Silaturahim Akbar dan Doa untuk Kepemimpinan Ibukota pemimpin yang bersih, jujur, tidak arogan ini berlangsung dengan pengamanan yang ketat. Ada ratusan intel disebar, baik yang resmi maupun yang "bayang-bayang" dari lapak sebelah.

Jamaah dengan mudah mengendus hadirnya ratusan intel ini, bedanya ketika sholat dzuhur mereka tidak ikut sholat. Ada yang pura-pura sibuk, ada yang sekedar pegang HP "khusus". Meski demikian para intel ini juga tertib, bahkan ketika ada jamaah yang meneriakkan "Ganyang Ahok" mereka cuma bisa tersenyum.

Dalam acara ini tampak hadir para ulama dan tokoh nasional. Di antaranya KH. Didin Hafidhuddin, Ustaz Bachtiar Nasir, KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Habib Rizieq dan Prof. Amien Rais.

Usai sholat zuhur doa bersama dilakukan bersama para ulama dan tokoh dengan ribuan muslim di Masjid Istiqlal dan berlanjut dengan istighosah bersama. Doa dipimpin Habieb Rizieq, seluruh jamaah mendoakan agar Jakarta bisa dipimpin oleh seorang muslim, sekaligus bagi kepemimpinan Indonesia bisa membawa kesejahteraan bagi umat Islam.

Sementara Amien Rais dalam pesannya meminta agar sesama Muslim jangan mencari kesalahan dan mencari-cari kekurangan. Karena itu, ia meminta jangan sampai ada kekurangan umat Islam yang dituduhkan oleh kelompok lawan, kemudian membalasnya secara membabi buta.

Amien mengatakan, perlawanan harus dilakukan secara total. Namun harus dibedakan, perlawanan tetap harus konstitusional, bukan dengan marah-marah dan dengan menghujat.

"Kalau marah dan menghujat, itu membabi buta, tapi kita lawan secara konstitusional. Dan Insya Allah kita akan menang," katanya.**(R)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Lagi Terdengar Suara "Ganyang Ahok" di Istiqlal, Ratusan Intel Cuma Tersenyum Rating: 5 Reviewed By: Sinar Rakyat