728x90 AdSpace

Latest News
Monday, 5 September 2016

Banyak Jamaah Haji Lansia Alami Gangguan Jiwa

SinarRakyat.Com | Sejak kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama pada 9 Agustus lalu, sebanyak 89 jamaah haji Indonesia mengalami gangguan jiwa. Sebagian besar telah melanjutkan aktivitas ibadah setelah menjalani perawatan.

”Jenis gangguan jiwanya macam-macam. Ada yang dementia, ada yang schizophrenia, ada juga yang depresi berat,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi dr Muchtaruddin.

KKHI Makkah memiliki dua lantai ruang rawat inap untuk jamaah yang mengalami gangguan jiwa. Di tempat itu, rata-rata pasien tertidur pulas. Dua jamaah perempuan yang sudah agak normal terlihat duduk-duduk di lorong ruangan. Perawat yang menjaga para jamaah itu mengatakan, dua perempuan yang berbincang-bincang di lorong ruangan itu kemungkinan segera dikembalikan ke pemondokan.

”Kalau Bapak yang dipojokan itu sudah sudah lama dirawat. Dia ngotot mau main golf terus. Katanya, masih merasa di Indonesia,” ujar seorang perawat sambil menunjuk pasien yang sedang tertidur pulas.

Muchtaruddin mengatakan, rata-rata jamaah yang mengalami gangguan jiwa memang sudah lanjut usia. Mayoritas mengalami dementia sejak di tanah air. Kondisinya semakin parah saat tiba di tanah suci.

”Mereka itu jamaah haji yang sangat berpotensi tersesat, tidak bisa pulang ke pemondokan, dan akhirnya hilang,” ujarnya.

Petugas tetap mengupayakan agar para jamaah itu bisa melanjutkan ibadah haji. Terutama, saat tiba hari wukuf di Arafah.

”Kalau tidak bisa disembuhkan, secara agama kewajiban mereka untuk beribadah ya gugur,” katanya.

Sementara itu, hingga 26 hari sejak kedatangan kloter pertama, jamaah yang menjalani perawatan kesehatan mencapai 93.947 orang. Angka itu lebih dari separo total jamaah haji Indonesia tahun ini yang mencapai 168.800 orang.

”Temuan kami selama ini, banyak jamaah yang sakit dan akhirnya meninggal karena mengejar ibadah sunnah. Misalnya, umrah sunnah. Tolong jaga kesehatan, tidak usah mengejar yang seperti itu,” kata Muchtaruddin.

Rata-rata para jamaah itu ditangani terlebih dulu oleh dokter kloter. Jika tidak bisa ditangani, jamaah dikirim ke KKHI. Yang pernah dirujuk ke KKHI Madinah sebanyak 655 Jamaah. Sedangkan yang ke KKHI Makkah ada 316 jamaah.

Total jamaah yang masih menjalani rawat inap 71 orang. Semua dirawat di KKHI Makkah. Sebab operasional KKHI Madinah sudah ditutup dan trim kesehatan bergabung ke KKHI Makkah. ”Mayoritas jamaah yang menjalani rawat inap di sini laki-laki. Sekitar 40 orang. Sisanya perempuan,” ujar Muchtaruddin.

Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi dr Eka Yusuf mengatakan, mayoritas jamaah yang menjalani rawat inap mengalami gangguan jantung. Kisarannya mencapai 80 persen. ”Lima persen mengalami gangguan paru. Sisanya diabetes mellitus, kencing manis, dan kanker,” ujarnya.

Selain dirawat di KKHI, beberapa jamaah juga terpaksa di rujuk ke rumah sakit milik pemerintah Saudi. Totalnya mencapai 76 orang di Madinah dan 55 jamaah di Makkah. Namun, saat ini mayoritas sudah kembali ke pemondokan. Di Madinah tinggal 16 pasien, sementara di Makkah tersisa 28 pasien.

Terkait pasien meninggal, hingga kemarin jumlahnya mencapai 60 orang. Jumlah itu menurun jika dibandingkan data per hari yang sama tahun lalu. ”Kalau tahun lalu per hari yang sama dengan tahun ini mencapai 89 orang. Tapi, itu karena ada kasus crane roboh yangmengakibatkan 15 jamaah Indonesia meninggal,” kata Eka.

Jika dibandingkan 2014, jumlah jamaah meninggal per hari ini termasuk meningkat. Sebab, dua tahun lalu hanya mencapai 43 orang. ”Karena itu, kami imbau jamaah benar-benar menjaga kesehatan agar kuat menjalani puncak haji nanti. Energi yang dibutuhkan sangat besar,” ujar Eka.

Khusus untuk prosesi wukuf, tim kesehatan juga sudah melakukan beberapa persiapan. Di antaranya, klinik kesehatan di kantor misi haji Arafah, bus, serta ambulans untuk safari wukuf. Selain klinik di kantor misi haji Arafah, petugas kesehatan juga akan disebar di enam sektor yang menjangkau 52 maktab.

Eka menjelaskan, safari wukuf dilakukan dengan mengikuti prosedur dan persyaratan yang ditetapkan Kantor Urusan Haji Indonesia. Jamaah yang benar-benar tidak mampu akan dikelilingkan di Arafah dalam kondisi berbaring. Safari itu bisa menggunakan ambulans, bisa juga menggunakan bus yang dimodifikasi bagian dalamnya agar jamaah bisa berbaring.

(sumber: Jawa Pos/Umi)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Banyak Jamaah Haji Lansia Alami Gangguan Jiwa Rating: 5 Reviewed By: Sinar Rakyat