Awas! Pencari Suaka di Batam Diduga Gigolo

SinarRakyat.Com | Febi Yonesta, Koordinator Indonesian Civil Society Network for Refugee Rights Protection menyebutkan  pihak kepolisi dan imigrasi diminta berhati-hati menangangi kasus penangkapan 10 pria pencari suaka yang diduga menjadi gigolo di Batam.

Menurut Febi, kasus tersebut murni kriminalitas dan tidak ada hubungannya dengan pencari suaka.

Demikian hal tersebut disampaikan Febi menanggapi penangkapan 10 pria pencari suaka asal Afghanistan dan Pakistan yang ditangkap aparat imigrasi Batam karena diduga menjadi gigolo.

Sebelumnya, Kemarin, imigrasi Batam menyatakan para pelaku menyalahgunakan sertifikat pencari suaka yang diterbitkan oleh UNHCR untuk melakukan tindak pidana tersebut karena mereka tak lagi tinggal di Rumah Detensi Imigrasi atau berada di bawah tanggung jawab UNHCR dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

“Jangan sampai melekatkan stigma kepada pencari suaka atau pengungsi lain yang sedang mencari perlindungan di Indonesia,” kata Febi.

Koordinator LSM Indonesia yang aktif mengadvokasi hak pengungsi Internasional itu mengatakan, para pencari suaka atau pengungsi adalah orang yang menghadapi masa berat di negaranya masing-masing.

Mereka merupakan korban persekusi yang didasarkan pada SARA dan persekusi tersebut dilakukan baik oleh pemerintahnya atau kelompok lain di negara asal mereka. Mereka dilindungi oleh ketentuan hukum internasional dan setiap negara penerima wajib melindungi hak mereka. (R)

0 Response to " Awas! Pencari Suaka di Batam Diduga Gigolo"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.