Kompetisi Sains Madrasah Sinergikan IPTEK dan IMTAQ

SinarRakyat.Com | Kompetisi Sains Madrasah (KSM) sebagai wadah melakukan olah pikir dan kreativitas siswa dan siswi madrasah/ sekolah sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu dapat memgembangkan IPTEK, dan secara bersamaan mensinergikannya dengan IMTAQ.

Kompetisi yang akan berlangsung sejak tanggal 23 hingga 27 Agustus 2016 dengan tagline Ilmu, Iman, Amal akan dibuka resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Pontianak Convention Center (PCC) pada Selasa (23/08).

Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Kalbar, Kakanwil Kemenag Prov Kalbar, dan Para Rektor Perguruan Tinggi di wilayah Kalbar.

Dari pantauan Pinmas, Selasa (23/08) pagi, tampak para peserta dari seluruh provinsi melakukan persiapan/gladi bersih untuk mempersiapkan acara pembukaan. Keseluruhan kegiatan perlombaanKompetisi Sains Madrasah (KSM)kali ini akan dipusatkan di Hotel Kapuas Palace.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KSM tahun ini juga menyertakan peserta tidak hanya dari Madrasah tetapi juga diikuti oleh sekolah-sekolah umum lainnya. Selain itu, materi yang dilombakan juga tidak hanya soal-soal mengenai sains tetapi juga soal-soal mengenai materi agama Islam.

"Hal ini bertujuan agar setiap siswa tidak saja paham ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka juga harus paham dan menguasai ilmu agama Islam,"terang Dirjen Pendis dalam keterangan tertulisnya.

Pada pembukaan KSM juga akan dilaksanakan peresmian MAN Insan Cendekia Sorong (Papua Barat), Kendari (Sultra),KotaPalu (Sulteng), KotaBatam (Kepri), Bengkulu Tengah (Bengkulu), Padang Pariaman (Sumbar), Tanah Laut (Kalsel), Sambas (Kalbar). (didah/pinmas)

0 Response to "Kompetisi Sains Madrasah Sinergikan IPTEK dan IMTAQ"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.