UMMAHAT

PESANTREN

AKHBAR

ZONA TNI

Latest Posts

Sebuah bangunan Masjid tampak porak-poranda, (BMH)
SinarRakyat.Com |  Gempa bumi kembali menghantam serambi mekkah, bertempat di Kabupaten Pidie Jaya dengan guncangan 6,5 pada skala Richter yang berpusat pada 5.19 LU-96.36 BT, 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya atau 121 kilometer tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 10 kilometer. (Sumber dari BPBD).

Di pusat Kecamatan Meureudu ini keadaan luluh lantak. Satu kompleks ruko yang berada di tengah-tengah pasar Meureudu rata dengan tanah. Berdasarkan pengamatan dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa disebabkan aktivitas sesar (patahan) aktif lokal.

Koordinator Aksi Relawan Baitul Mall Hidayatullah (BMH) Peduli Bencana Nusantara di Lokasi, Ahmad Syakir mengatakan bahwa info tekini korban gempa bumi di Kabupaten Pidie jaya, Aceh, Jum’at (09/12/2016) sudah terdapat 103 korban meninggal dunia.

“Saat ini sudah ratusan korban jiwa dan lainnya masih memadati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie  untuk perawatan lebih lanjut,” papar General Manajer BMH Perwakilan Aceh.

Selain itu, lanjut Syakir, sebagian besar pengungsi berpusat di Pasar Induk Meureudu. Peristiwa ini menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Kebutuhan darah pun meningkat tajam karena banyak korban mengalami patah tulang dan butuh operasi segera.

 Tidak hanya, warga masih membutuhkan pasokan air dan listrik, terutama bagi mereka yang tinggal di pengungsian. Gempa bumi ini menimbulkan dan merubuhkan ratusan bangunan.

“Saat ini 11.000-an rumah rusak, 2.000-an rusak berat, 1.500-an rusak sedang, dan 8.000-an rusak ringan,“ujarnya dalam wawancara via by phone.

Tidak hanya rumah, Syakir katakan di dapatkan puluhan masjid rusak total. Untuk Tim Relawan BMH Peduli Bencana Nusantara sendiri lebih fokus di pengungsian yang berada di Masjid At-Taqwa, belakang Pasar induk Meureudu. Lokasi ini dianggap paling banyak warga yang mengungsi.

Menanggapi hal itu, Abdan Syakuro, Manajer Pandayagunaan Lembaga Amil Zakat Nasional, Baitul Mall Hidayatulla Jawa Timur mengatakan agar masyarakat muslim bisa mengulurkan bantuannya kepada saudara kita yang sedang dilanda musibah gempa bumi bersama LAZNAS BMH.

“Salurkan bantuan terbaik anda untuk meringankan beban mereka.Diam bukan pilihan, tentukan peranmu,” tandas Abdan, demikian sapaannya.

Silakan nilai terbaik anda bisa di salurkan lewat Rekening Donasi : BSM : 7001191831 An. Baitul Maal Hidayatullah, silakan Konfirmasi : 031-5928866 /085102380001. (Andre Rahmat, Staf Humas BMH Jawa Timur)

SinarRakyat.Com | Sukses mendirikan Posko Peduli Bencana Nusantara di Jl. Banda Aceh Medan KM. 156, SP.3 Meureudu, Pidie - Pidie Jaya, berkat kepercayaan para dermawan, donatur, muzakki dan kaum muhsinin, BMH semakin bisa berkiprah di tengah-tengah korban gempa bumi.

Semenjak Gempa yang terjadi pada (7/12) pagi hari BMH langsung mengirimkan Relawan untuk membantu para pengungsi dan mendirikan Posko.

"Alhamdulillah, BMH telah menyalurkan bantuan kepada pengungsi di Meureudu, tepatnya di Masjid At Taqwa pada 8 Desember 2016 pada pukul 17:30 WIB," ungkap Ahmad Syakir Koordinator Aksi Peduli Bencana Nusantara BMH.

Sementara ini bantuan yang diberikan masih berupa logistik yang merupakan kebutuhan mendesak warga.

"Bantuan berupa kebutuhan mendasar bayi dan anak, seperti pampers bayi dan anak kemudian biskuit, makanan ringan, minyak kayu putih, perlengkapan mandi dan perlengkapan kaum wanita," rinci Syakir.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak bisa dipastikan sebagai warga yang belum mendapatkan bantuan.

"BMH memberikan bantuan kebutuhan pengungsi yang belum tercover di lapangan," pungkas Syakir.

BMH mengajak kepada masyarakat Jawa Tengah untuk ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita di Aceh melalui Kantor BMH Perwakilan Jawa Tengah di Semarang. (Abdullah M Ikhwan)

SinarRakyat.Com | Orang tua dan rumah adalah “sekolah” pertama yang dikenal anak karena orang tualah yang pertama kali mengajari dan membekali anak dengan nilai dan norma-norma sebelum anak belajar pada jenjang pendidikan usia dini atau pun pendidikan dasar.

Saat ini pendidikan karakter telah menjadi perhatian besar di banyak negara di dunia karena dipandang sangat penting bagi anak. Tanpa memiliki nilai-nilai karakter yang baik, seorang individu tak akan dapat hidup bersama dengan ideal di dalam lingkungan masyarakat yang baik. Intelektualitas yang tinggi dari seseorang tak menjamin bahwa dia akan sukses pula dalam kehidupan sosialnya bila tak ditunjang dengan karakter pribadinya yang baik.

Atas dasar itulah Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Tengah bekerjasama dengan berbagai pihak gelar Parenting Internasional.

Acara yang dilaksanakan pada Kamis (08/12/16) di gedung SDA Provinsi Jawa Tengah Kudus menghadirkan pemateri dari Singapura yaitu DR. Bibi Jan Mohd Ayyub (Pakar Konsultan Anak dan Keluarga) dan Irawati Istadi (Penulis Buku Best Seller Parenting).

Dalam paparannya DR. Bibi Jan Mohd Ayyub mengatakan pentingnya Skillfull Teacher, "Setiap orangtua harus memiliki skill dan kemampuan secara penuh sebagai guru dan madrasah dalam keluarga. Ia sangat bangga dan bersyukur bisa berbagi ilmu dengan peserta dengan latar belakang sebagai guru dan orang tua, meskipun jauh datang dari Singapura hilang rasa capek dan lelah setelah bertemu dengan peserta dan bisa berkunjung ke hidayatullah Jawa Tengah”, imbuhnya

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Irawati Istadi menyampaikan tentang Keberadaan orang tua sebagai Pendidik profesional di rumah. “Orang tua adalah sebagai madrasah di rumah sehingga harus mampu untuk menjadi pendidik yang profesional”.

Helatan acara ini diikuti tak kurang dari 300 peserta dari berbagai wilayah di Kudus dan sekitarnya. Antusias peserta juga luar biasa terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya namun tidak semuanya dapat waktu hal ini dikarenakan terbatasnya waktu. Aisyiah, salah satu peserta mengaku pentingnya dirinya mengikuti acara ini,

"acara ini sangat penting bagi saya sebagai orangtua karena ilmu parenting harus banyak dikuasai oleh orangtua dalam mendidik putra-putri dirumah dan acara ini adalah salah satu jawabannya", ungkapnya.

Ustadz Usman W selaku Kepala Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Tengah menuturkan, "acara ini diselenggarakan sebagai jawaban atas berbagai masalah yang dialami orang tua dalam mengasuh putra-putri mereka demi mengoptimalkan upaya membangun karakter anak dengan nilai-nilai moral yang baik dan santun. Semoga ada perubahan pendekatan dalam mendidik putra-putri kita, sehingga tidak bosan untuk terus menuntut ilmu.

Lebih lanjut beliau menuturkan,”Kami bersyukur bisa menghadirkan pembicara yang berkompeten dalam dunia parenting dan dari luar negeri serta terima kasih kepada peserta yang begitu antusias”.

Imam Muslim GM BMH Jawa Tengah menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu acara ini, “Atas nama pribadi dan mewakili lembaga kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu demi terselenggarakannya acara ini, semoga dibalas yang lebih baik oleh Allah SWT.

Acara ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak yaitu PW Hidayatullah Jawa Tengah, PD Hidayatullah Kudus, Yayasan Al-Aqso, Muslimat hidayatullah, BMT Amanah, Inova Printer dan sebagainya. Semoga acara ini menambah semangat dan spirit dalam mengasuh putra-putri kita. (Abdullah M Ikhwan)

Menjalankan adab adalah hal penting dalam ajaran islam. Terutama adab terhadap para ulama. Sebab, dengannya akan banyak memunculkan keberkahan dan hal kebaikan.

Jika adab dijalankan, maka akan muncul keberkahan, sebagaimana keberkahan dari kitab-kitab para ulama yang sampai saat ini masih terus dinikmati umat Islam di dunia, karena ditulis dengan adab yang tinggi.

Selain itu, kemerdekaan datang dari hasil perjuangan umat Islam dan ulama. Contoh hasil pengaruh ulama dalam kemerdekaan. Misalnya Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 22 Oktober 1945 mengeluarkan Resolusi Jihad merupakan seruan atau fatwa yang dikeluarkan NU dan ditulis oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari.

Menurutnya isi Resolusi Jihad yang ditulis KH Hasyim Asyari adalah ‘Bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum Agama Islam, termasuk sebagai satu kewadjiban bagi tiap-tiap orang Islam’.

Sebelum ada seruan ini, pada abad ke 18 telah terbit kitab jihad yang menjadi inspirasi gerakan jihad di Nusantara dalam melawan penjajah. Kitab tersebut ditulis oleh Syeikh Abdu Somad al-Palimbani seorang ulama dari Palembang, yang menulis buku Nasihat al-Muslimin wa Tazkirawat al-Mukminin fi Fadhail al-Jihad fi Sabilillah. Tidak hanya menulis kitab, beliau juga mengirimkan surat pada raja-raja Mataram untuk terus berjihad melawan penjajah.

Mirisnya di buku-buku pelajaran sekolah anak-anak Indonesia saat ini yang diceritakan justru kegagalannya. Dan penting kita bersama memahami sejarah. Terkait masalah adab dan menghargai tokoh, contoh peristiwa yang terjadi pada kalangan Kristen baru-baru ini dimana pemerintah memberikan penghargaan kepada tokoh Katolik Romo Fransiscukus van Lith (meninggal tahun 1926 pada umur 62 tahun).

Romo Van Lith yang dikenal sebagai Imam Yesuit yang meletakkan dasar Katolik di Jawa, khususnya Jawa Tengah. Pada 14 Desember 1904 Romo Van Lith membaptis 171 orang desa dari daerah Kalibawang di Sendangsono, Kulon Progo. Ke-171 orang tersebut adalah pribumi pertama yang memeluk Katolik.

Bahkan, salah satu muridnya Albertus Setyo Pranoto, salah seorang cucu seorang kiai di Yogyakarta.Dia sekolah di SMA Van Lith, tentu Van Lith sangat diakui sebagai tokoh yang berhasil menjebol pertahanan Islam di Jawa. Selain itu, ketika Muhammadiyah berdiri tahun 1912, KH Ahmad Dahlan sangat tegas menghadapi arus Kristenisasi di Indonesia yang ditopang oleh kebijakan penjajah Belanda. Karena Dr. Alwi Shihab dalam bukunya pernah mengutarakan bahwa Muhammadiyah didirikan diantaranya karena membendung arus Kristenisasi.

Banyaknya pondok pesantren di Indonesia; 1907 (Tebuireng), 1910 (Situbondo) dan Bukit Tinggi, membuat Belanda melakukan pendekatan berbeda mempengaruhi Pribumi.

Romo Van Lith, misalnya, menggunakan pendekatan pendidikan dalam misi Kristennya.Tapi entah bagaimana pertimbangannya tiba-tiba Van Lith diakui sebagai tokoh budaya. Padahal ia menolak penggunaan Bahasa Melayu karena dianggap Bahasa Islam. Dan sekarang pemerintah kita mencatatnya sebagai Pahlawan Nasional yang mana ajaran yang dilakukannya merupakan ajaran kaum misionaris. Bagi kaum Katolik tentu ini adalah sebuah prestasi yang besar.

Inilah contoh betapa umat Katolik ini sangat menghargai tokoh atau pemuka agamanya. Dan sekarang kalau kita refleksikan dengan keadaan kita apakah sekolah-sekolah kita. Apakah kita mengenalkan kepada anak-anak kita tentang siapa sih KH Ahmad Dahlan? Siapa KH.Abdullah Syafii yang dikenal sebagai Singa Betawi? Tapi sedikit anak kita yang kenal.

Pada Tafsir al Azhar, Buya HAMKA yang pernah mengatakan, salah satu cara misionaris dan orientalis merusak Islam adalah dengan pengajaran sejarah. Karenanya jangan heran bangsa kita dididik untuk lebih mencintai Gajah Mada daripada Raden Fatah.

Raja Demak, Kerajaan Islam pertama, memimpin sendiri ekspedisi jihad ke Malaka menyerang tentaraPortugis dengan mengirimkan 275 kapal perang.Tapi yang ironi, yang kita dapati di Negara kita saat ini, mayoritas pemeluk Islam tetapi di banyak tempat yang banyak dijumpai adalah berhala (patung).Dan Inilah pentingnya sejak dini anak ditunjukkan pada sejarah yang benar, dididik agama yang benar.

Oleh: Andre Rahmatullah*
*Penulis adalah Humas LAZNAS BMH Jawa Timur & Anggota PENA Jawa Timur

SinarRakyat.Com | Aksi damai bela Islam III ternyata membawa efek psikologis yang luar biasa bagi para santri Indonesia. Hal itu diungkapkan Ustadz Yusuf Mansur, pemimpin Ponpes Daarul Qur'an (Daqu School) hari ini.

"Meski aksi 212 telah usai dan berjalan dengan kondusif. Tapi efeknya sampai saat ini masih terasa," katanya.

Yang membuat Ustaz Yusuf Mansur nyaris tak percaya adalah kadar cinta santri pada Al Qur'an ternyata makin tinggi.

"Subhanallah, ini luar biasa. Al Qur'an sudah dinistakan, tapi para santri justru makin cinta pada kalam Allah. Inilah hikmah yang diberikan Allah dari peristiwa tersebut," ujar Mansur yang rutin keliling Indonesia guna menyambangi para santrinya diberbagai daerah.

Dia pun mengingatkan agar umat Muslim tetap menjaga tali silaturahim.

Selain itu, Ustaz Yusuf pun mengingatkan agar umat Muslim untuk kembali dan meneruskan belajar dan terus membaca Alquran.

Dan yang te4rakhir, Pimpinan pondok pesantren Daarul Quran itu minta umat Muslim harus lebih berperan dan berkontribusi bagi Indonesia. (R-07)



SinarRakyat.Com | Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Masjid di Indonesia sangat berbeda dengan Masjid yang ada di negara lain.

Masjid yang ada di Indonesia bukan milik negara, tapi milik masyarakat karena masyarakat yang membangunnya dengan cara bergotong royong. Pasti di Masjid mengajarkan tentang kehidupan yang baik berdasarkan aturan-aturan Islam.

"Karena itu peran Masjid dinilai sangat penting untuk membela negara dan membangun bangsa," kata Panglima saat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II DMI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta,hari ini.

Gatot mengatakan, untuk bela negara dan hal-hal baik, dari dulu sejak perjuangan dulu, semua perjuangan dikobarkan dari Masjid.

"Pastinya, sejak dulu Masjid banyak difungsikan untuk kepentingan bela negara," imbuhnya.

Lebih jauh Panglima TNI berharap agar masjid kedepan harus diramaikan dengan kuliah subuh dan pelajaran lainnya.

"Artinya, Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga tempat belajar setiap saat," katanya.

Misalnya, kata Panglima, ketika tausiyah dengan memakai pengeras suara, orang-orang yang tidak datang ke Masjid pun tetap bisa mendengarkan dan belajar. (R)

SinarRakyat.Com | Sungai Bengawan Solo meluap dan mengakibatkan banjir merendam ribuan pemukiman warga. Masyarakat hanya bisa memandang rumahnya terendam banjir dan berharap banjir segera surut.

Hujan deras yang merata di bagian hulu dan tengah sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah dan Jawa Timur berdampak pada naiknya debit air hingga menyebabkan banjir. Sebanyak 6.979 rumah di Bojonegoro dan Tuban dikabarkan terendam banjir yang melanda sejak 29 November belum lama ini.

Diketahui, Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa. Selain itu, Bengawan dalam bahasa Jawa berarti sungai yang besar. Sungai ini panjangnya sekitar 548,53 km.

Luapan Sungai Bengawan Solo juga telah menyebabkan banjir di wilayah kabupaten Tuban sejak 26 November lalu dan menyebabkan 3.569 rumah tergenang banjir, jalan tergenang sejauh 61.065 meter, dan lahan pertanian terendam seluas 2.111 hektar.

Turut berperan, BMH Jawa Timur turun di dalam lapangan guna meringankan beban para pengungsi dengan mengadakan bakti sosial korban banjir di wilayah yang menyinggahi Kabupaten Tuban.

“ Kegiatan ini diadakan dalam rangka menanggulangi kondisi terpuruk akibat banjir,” kata Andi, Manajer Gerai Tuban, BMH Jatim, Senin (05/12/2016) kemaren.

“ Selian itu kehadiran BMH untuk meringankan beban korban banjir,” tambah lelaki kelahiran Bojonegoro ini.

Baksos yang terselenggarakan di Dusun Sugihan, Ds. Sumberejo, kec. Rengel Kab. Tuban, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat atas bantuan BMH Jawa Timur dalam aksi bela kepedulian, adapun acara ini disambut dengan bahagia oleh korban banjir.

“ Terima kasih kepada BMH Tuban yang sudah berkenan turut berkontribusi dalam membantu meringankan beban korban banjir,” ujar salah satu korban banjir di wilayah Tuban. (Andre Rahmat, Humas BMH Jawa Timur)
SinarRakyat.Com | Kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama telah masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sidang perdana rencananya akan digelar pada Selasa, 13 Desember 2016 mendatang.

Terkait hal tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah melakukan sejumlah persiapan. Termasuk memilih hakim yang akan menyidangkan kasus itu.

Menurut Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi, PN Jakut telah menyiapkan lima orang hakim untuk menyidang kasus Ahok.

"Mereka adalah H. Dwiarso Budi Santiarto, SH. M.Hum selaku hakim ketua, Jupriyadi SH. M.Hum, dan Abdul Rosyad SH, Joseph V Rahantokman SH, I Wayan Wirjana SH selaku hakim anggota," kata Hasoloan pada Senin (5/12).

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) Habib Muhammad Rizieq Syihab menyatakan tegas agar PN Jakut menahan Ahok.

"Untuk memenuhi rasa keadilan dan sekaligus menjamin kehadiran terdakwa disetiap jadwal sidang, maka PN Jakarta Utara harus berani menjebloskan Ahok ke RUMAH TAHANAN," tulis Habib dalam laman pribadinya www.habibrizieq.com sesaat yang lalu.

AYOO... TAHAN AHOK... !!!

CATAT JADWAL SIDANG

AYO ... KITA DATANG ... !!!

Demikian himbauan Habib Rizieq !

(R-08)



SinarRakyat.Com | Dahsyatnya Almaidah 51 luar biasa. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) Habib Muhammad Rizieq Syihab dalam Evaluasi Aksi Bela Islam 3.

"Pejuang Islam" ini mengatakan jika diukur dengan menggunakan logika, maka seharusnya aksi Bela Islam III gagal.

"Bayangkan, sudah ada yang pamer militer. Sejumlah kyai, habaib didatangi dan dibujuk untuk tidak menghadiri aksi Bela Islam III. Ini semua dalam rangka penggembosan, tapi kehendak-Nya berkata lain," urainya.

Maaf, imbuh Habib, kalau kita pakai hitungan logika. Mestinya aksi 212 itu gagal. Itulah fakta kedahsyatan Al Maidah 51. (R-008)
SinarRakyat.Com | Sebanyak 100 peserta dari jenjang SMP/SMA/SMK, guru, mahasiswa, dan dosen di Ponorogo, mengikuti program Sekolah Literasi Gratis (SLG) penuh semangat. Peserta yang hadir tidak hanya berdomisili dari Ponorogo. Terlebihnya kota di sekitar Ponorogo, seperti: Madiun, Tulungagung, Magetan, dan lainnya.

Program yang digelar Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Ponorogo, tidak tanggung-tanggung untuk memotivasi dan menyadarkan masyarakat Kota Reog terkait pentingnya budaya berliterasi.

Kali ini, angkatan ke-4 bulan Desember, SLG kembali mendatangkan dua pakar literasi yang ahli dalam bidangnya. Dua pemateri tersebut adalah Masuki M. Astro (wartawan senior berita Antara dari Bondowoso) dan Rotmianto Mohamad (pustakawan Ponorogo).

Dalam sambutan membuka sekolah literasi, Minggu (4/12), Dr. H. Kasnadi, M. Pd Ketua STKIP PGRI Ponorogo, menyampaikan, pemateri yang hadir mulai dari angkatan pertama hingga angkatan keempat, kurang lebih 16 pemateri yang ahli dalam bidangnya. Oleh karenanya, dia berharap kepada peserta SLG untuk selalu hadir dan mengikuti sekolah literasi ini dengan semangat dan tertib.

“Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih kepada seluruh peserta SLG angkatan ke-4 karena telah menyempatkan hari rekreasinya, sekadar mengikuti sekolah literasi,” ungkap Kasnadi melihat antusias peserta sekolah literasi.

Program sekolah literasi yang berlangsung setiap minggu itu, kini membuahkan hasil luar biasa. Sebut, Afiffah Wahda Shinta Nur Aida, siswa MTs Ma’arif 1 Ponorogo kelas IX, mendapatkan juara 1 lomba menulis surat untuk Bupati Ponorogo kategori SMP se-derajat.

Tak hanya itu, Chusnul Qotimah, mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, juga masuk  lima terbaik menulis cerpen tingkat Nasional di Jakarta.

“Alhamdulillah, berkat mengikuti pelatihan menulis di sekolah literasi dan mendapat bimbingan dari Bapak Sutejo, naskah cerpen saya mendapatkan harapan dua tingkat Nasional,” ungkap Chusnul di depan peserta SLG.

Tak lupa di ujung sesi, Ketua Adat Sekolah Literasi Gratis, Dr. H. Sutejo, M. Hum juga menambahkan, untuk angkatan bulan ini akan mendatangkan 6 pakar literasi yang setiap minggunya dua pemateri.

“Jangan lupa, minggu kedua nanti akan datang penyair dari Thailand, Muhammad Rasul bin Kosim dan penulis buku Islami, M. Husnaini. Kemudian, minggu ketiga juga penulis buku Anda Luar Biasa, sekaligus mantan TKW, yaitu  Eni Kusuma dari Banyuwangi. Serta tak tertinggal, seorang guru dengan belasan penghargaan nasional dalam bidang menulis, yaitu Tjahjono Widijanto,” pesan Sutejo, sekaligus menginformasikan jadwal pembagian pemateri sekolah literasi.* (Suci)
loading...
loading...

ADVERTORIAL

video

Feature

TOKOH ULAMA

INFO KAJIAN